Uncategorized

Warga Pesisir Tegalpapak Panik dan Mengungsi Ke Terminal Tipe A Labuan Menghindar Dari Bahaya Gempa Bumi

1.12Kviews

PANDEGLANG, | sorotdesa.com – Sejumlah warga di Wilayah pesisir pantai Mbah Gelung, Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, memilih mengungsi di Terminal Tipe A Labuan untuk menghindarkan diri dari bahaya Gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) pada Jumat (2/8), berpusat di 147 km Barat Daya Sumur Banten dengan kedalaman 10 km yang berpotensi Tsunami.

Gempa bumi di Wilayah Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang Banten diperkirakan berada di titik koordinat 7.54 LS (Lintang Selatan), 104.58 BT (Bujur Timur).

Ai Anisah kepada sorotdesa.com saat diwawancarai di sela-sela pengungsian mengungkapkan perasaan paniknya ketika Gempa 7,4 SR mengguncang wilayah Pandeglang.

“Gempa 7,4 SR hari Jumat (2/8/2019) terjadi pada pukul 19:03:21 WIB, dihawatirkan Berpotensi Tsunami,” tuturnya.

Dikatakannya bahwa, saat gempa terjadi panik dan tidak tenang, lalu pergi menghindarkan diri dari bahaya untuk menyelamatkan keadaan pergi ke Terminal Tipe A sekitar labuan untuk berlindung.

“Mengungsi di Gedung Terminal Tipe A sekitar labuan untuk menyelamatkan diri,” kata Ai Anisah.

Masih dikatakannya, saat gempa terasa seluruh isi rumah berhamburan keluar rumah, panik akibat gempa tersebut.

“Kami mencari tempat aman untuk berlindung mengungsi pergi menghindarkan diri dari bahaya,” paparnya.

Kepala Terminal Tipe A Labuan, Muksin, mengatakan saat gempa terjadi sedang melakukan pengelolaan, pengawasan dan pengendalian dengan rekan-rekannya di terminal.

“Gempa terjadi ketika tengah bekerja melakukan pengelolaan, pengawasan dan pengendalian dalam menjalankan tugas. Namun setelah sadar bahwa ada gempa ia pun turun menyelamatkan diri,” ucap Muksin.

[Kasman]

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter