BantenPandeglang

TERKAIT TABUNG GAS LPG 3 KG INI KATA KEPALA DESA TELUK LADA

894views

Pandeglang|SOROTDESA.COM- Ditengah Covid-19 dan diawal bulan puasa Ramadhan tabung Gas LPG 3 kg diketahui PT YCP menjual tabung bersubsidi tidak sesuai Harga HET (harga eceran tertingi) dan menjual keluar wilayah pangkalan tersebut, padahal pangkalan itu berdomisili di kp. sumedang RT 002/005 Desa bojen kec. sobang kabupaten pandeglang.

Merujuk pada SK Bupati Pandeglang No 542/kep.798-huk.2014 dan kalau mengingat pasal 4 ayat 1 Undang-Undang negara Republik Indonesia 1945 dan UUD No 22 tahun 2001 tentang minyak dan Gas bumi (lembaran negara republik indonesia tahun 2001 No 136, tambahan lembaran negara republik indonesia No 4152) sebagai mana telah berubah dengan putusan Mahkamah Konstitusi No 002/PUU-/2003 tgl 21 Desember 2004 (berita negara republik indonesia no 1 tahun 2005) dan menetapkan perpres tentang penyedian, pendistribusian, dan penetapan harga LIQUEFIED PETROLEUM GAS TABUNG 3 KILOGRAM.

Tapi beda halnya dengan pemilik PT.YCP ibu Katmi diduga menjual tabung Gas 3 kg bersubsidi kewarung-warung eceran diluar wilayah domisili pangkalan. Salah satunya pemilik warung eceran yang bernama ibu Nur dan ibu Hj Rokanah.

Ibu Nur (40) salah seorang pemilik warung eceran menjelaskan bahwa dirinya yang sudah biasa membeli tabung Gas LPG 3 kg dari PT YCP seharga 23.000 pertabung, dikarnakan saya tidak tahu dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah kepangkalan,” ujar Nur

Tidak hanya ibu Nur, pemilik warung eceran Hj Rokanah juga di kp. kelapacagak desa teluklada mengatakan bahwa saya juga sering dikirim dan membeli tabung gas LPG 3 kg seharga 20.000 pertabung dan saya cuma menerima antar 50 sampai 60 bizi tabung Gas LPG 3 kg,” ujarnya keawak media Sabtu (25/4/2020)

Kades Teluklada H Ependi Hidayat/juned saat di konfirmasi ia mengatakan bahwa “Bener saya telah membeli tabung Gas LPG 3 kg dari ibu hj engkat/katmi pemilik PT YCP, tapi kalau sebanyak 60 tabung LPG 3 kg, seharga 20.000 pertabung, dan kalau ibu katmi melemparkan masalah ini itu bukan kewenangan saya karna itu bukan ranah saya,” ujarnya

Tapi beda pengakuan dengan ibu katmi sang pemilik PT YCP dirinya mengatakan saat dihubungi melalui telepon jika ada permasalahan apa pun didesa teluklada tinggal datang aja ke pa lurah juned,” tukasnya pada Rabu (22/4/2020)
(jaka somantri)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter