Tangerang

Tentang PT LSI, DPRD Kabupaten Tangerang Panggil SKPD Terkait

0views

TANGERANGSorot Desa, DPRD Kabupaten Tangerang penuhi janjinya untuk memanggil pihak pihak terkait permasalahan PT Lautan Steel Indonesia ( LSI ) yang beralamat di wilayah Balaraja. DPRD kabupaten tangerang yang di wakili oleh komisi 1 melaksanakan hearing dengan  BPN/ATR, DPMPTSP, DTRB, Satpol pp dan perangkat desa serta dihadiri oleh pihak PT LSI dan Aliansi Tangerang, di ruangan komisi 1 DPRD kabupaten tangerang, rabu (12/09/2018)

Seperti diketahui sebelumnya komisi 1 DPRD kabupaten tangerang melakukan hearing dengan Aliansi Tangerang dan kuasa hukum saudara Diharjo, yang mendesak pemerintah kabupaten tangerang untuk segera menyegel atau menutup aktivitas PT LSI.

Dalam hearing tersebut Perwakilan PT LSI ,Andi ,Selaku Direksi,” mengatakan Mengakui Lahan yang ada di dalam kawasannya bukan milik mereka,” jelasnya.

Sementara itu Nana , kuasa hukum  Diharjo, menerangkan,” bahwa dirinya sangat kecewa atas penanganan pihak BPN Kabupaten Tangerang, yang jelas-jelas lahan milik  Diharjo sudah inkrah di mata hukum, yang menyatakan lahan tersebut adalah milik Diharjo, akan tetapi saat ini pihak BPN yang mengambang persoalan ini padahal, kami ingin membuat sertifikat sudah sesuai dengan prosedur. “Disini sudah jelas batasan-batasan sepadan dan lahan milik Diharjo, jadi mau nunggu apalagi,wong keputusan pengadilan sudah jelas nomor : 384/Pdt.G/2015/PN.Tng,” jelasnya dengan nada geram.

Masih kata Nana, terdapat 5 bidang lahan milik Kliennya Diharjo seluas 8.260 meter yang di serobot oleh pihak PT.LSI, dan putusan pengadilan negeri tangerang memang PT.LSI sudah mengakui bahwa perusahaannya telah mengakui tentang lahan milik Diharjo,namun saat ini PT.LSI belum bisa taat hukum karena masih membiarkan keputusan pengadilan tersebut secara pasif.“Dan jika PT.LSI ini masih membandel kiranya para dewan yang ada di komisi 1 bisa menutupnya atau menyegel dan membongkar dengan dasar putusan pengadilan tersebut,” tukas Nana. Kepala Desa talagasari , Rosid, mengakui ,”Bahwa tanah itu milik Diharjo yang sesuai dengan Leter  C dan tercatat di register PPAT kecamatan Balaraja atau buku tanah,” terangnya.

Sementara itu pihak Dinas Perijinan Penanaman Modal Satu Pintu ( DPMPTSP ) Kabupaten Tangerang, menjelaskan”  PT. LSI memiliki beberapa IMB pabrik besi itu, kita akan kroscek terkait Ijin Mendirikan Bangunannya Karena sudah habis , IMB berjangka nya di tahun 2014 hingga saat ini belum memperpanjang IMB ” ujar Erry.

Pihak Aliansi Tangerang yang terdiri dari gabungan beberapa LSM, tetap pada keputusannya bahwa PT LSI harus di tutup, seperti yang dikatakan Heri Lipkor, ” Sudah jelas PT LSI menabrak aturan main yang ada, tunggu apalagi , apa susahnya sih tinggal menyegel atau menutup perusahan tersebut, karena kami tetap pada tuntutan kami, bahwa PT LSI harus di tutup atau di segel,” pungkas Heri dengan nada kesal. ( Yanuar )

Facebook Comments