Pandeglang

TANPA PAPAN NAMA, Proyek DD DESA Angsana Diduga siluman

900views

Sorotdesa.Com – Pandeglang: proyek pembangunan jalan paping yang menggunakan anggaran Dana Desa (DD), di Desa Angsana kecamatan Angsana kabupaten pandeglang diduga siluman Lantaran tak ada nya papan proyek di lokasi pembanguna tersebut.

Dari data yang dihimpun di lokasi,pembangunan jalan paving tersebut berlokasi di kampung manjul Desa Angsana

“Seharusnya ada papan proyek agar masyarakat tahu sumber anggarannya dari mana, besaran anggarannya berapa terus ukuran jalan yang di paving berapa.

Kalau tidak ada papan proyeknya kaya gini masyarakat jadi tidak tahu,” ujar salah seorang warga ke awak media sorotdesa.com yang enggan nama nya dipublikkasikan kamis (16/01/20).

Sumber lain menyebutkan dalam aturan perpres mengatur regulasi setiap pekerjaan bangunan pisik yang di biayai negara wajib memasang papan nama proyek,

“papan proyek gunanya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek tersebut, kalau tidak ada, bagaimana masyarakat bisa ngerti,” terangnya.

masih menurut sumber, tidak adanya papan proyek di Desa angsana itu, juga diduga menyalahi aturan sesuai dengan undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP).

“tidak dicantumkannya papan nama proyek tersebut bukan hanya bertentangan dengan perpres. tapi juga tidak sesuai dengan semangat transparansi dan keterbukaan terkait informasi pada masyarakat,” tegasnya.

selain itu, spek dan struktur hitungan bangunan juga menuai tanda tanya. sebab masih di ragukan kualitas dan mutu bangunannya. “Dibawah paving (dasar) tidak di ratakan dan ditumbuk dengan padat,” pungkasnya

Sementara, peraturan menteri pekerjaan umum nomor 29/PRT/M/2006 ( permen PU 29/2006), tengtang pedoman persyaratan Teknis bangunan gedung, serta Permen PU 12/2014 atau peraturan menteri pekerjaan umum nomor 12/PRT/M/2014 disebutkan, salah satu terkait persyaratan penampilan bangunan gedung, yang salah satunya memperhatikan aspek tapak bangunan, termasuk pemasangan papan nama proyek untuk memperhatikan keamanan, keselamatan ke indahan dan keserasian lingkungan. selain itu, agar masyarakat mengetahui sumber anggaran, besaran anggaran maupun volume.

sedangkan, dalam peraturan presiden (Perpres) no 54 tahun 2010 dan perpres no 70 tahun 2012 terkait kewajiban memasang papan nama proyek.

saat ditanyakan terkait hal itu hudori selaku ketua/anggota tim pengelola kegiatan (TPK) tanya aja ke pa lurah ujarnya ke awak media sorotdesa.com (16/01/2020)

saat dikonfirmasi, Kades tidak ada dirumah, cuma ada putranya, lalu SorotDesa.Com, bertanya keputranya dan dijawab “kami tidak tau bapak kemana” ujarnya, ke awak media (16/01/2020).

Hingga berita ini terbitkan, Sorotdesa belum bisa menemui kepala desa, untuk menanyakan terkait pekerjaan tersebut.
(saleh/jaka somantri)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter