Bogor

Tak Diperhatikan Pemerintah, 4 orang Lansia di Kec.Tenjo Pasrah

358views

Tenjo, Bogor | sorotdesa.com, Miris di era pemerintahan yang sudah serba canggih dan banyaknya program pro rakyat, ternyata masih ada masyarakat yang hidup menderita tanpa sentuhan dan bantuan dari pemerintah.

Rumsinah atau yang akrab dipanggil Mak Rum , 80 tahun,hanya bisa terbaring dan pasrah. Ia adalah seorang janda, warga Kampung Tarogong RT./RW. 05/01 Desa Bojong Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor,Jawa Barat.

Mak Rum yang hidup serba kekurangan, saat ini tinggal seorang diri di rumah sangat sederhana di kawasan padat penduduk yang rumahnya sudah tidak layak huni.

Ada juga sang kakek atas nama Manap (65) yang hidup jauh dari kata cukuo.Tinggal dibekas kandang kambing seorang diri dan hidup dari bekerja serabutan.

Dikatakan oleh Manap bahwa selama ini dia belum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah, baik pemerintah pusat.provinsi ataupun kabupaten bahkan sampai tingkat desa.

Dalam situasi pandemi Covid – 19 seperti saat sekarang ini, bantuan sosial yang sebegitu banyak macamnya sama sekali tidak menyentuh Nenek dan Kakek yang hidup seorang diri .

Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka mengandalkan belas kasihan warga sekitar dan bekerja serabutan. Namun kini, Mak Rum terpaksa meninggalkan pekerjaannya lantaran sudah tidak mampu lagi karena usianya yang sudah renta.

Kini,  untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka hanya mengandalkan  bantuan dan belas kasihan warga sekitar. Ditambah saat ini tengah pandemi COVID-19, sontak warga yang biasa membantupun berkurang karena tetangga sudah tidak bisa bekerja lantaran tempat mereka bekerja ditutup.

Selama bertahun-tahun, keluarga ini belum tersentuh bantuan  apapun dari pemerintah. Padahal keluarga tersebut tergolong keluarga tak mampu yang membutuhkan uluran tangan.

“Saya belum pernah dapat bantuan sembako apa-apa, ya mungkin belum rejeki saya.Gak apa-apa saya iklas dan pasrah aja ” Saya juga sudah didata untuk dapat bantuan sama RT, apalagi kelurahan,” katanya saat ditemui di kediamannya.

Hingga kini, kata Mak Rum dan Manap dirinya belum memahami bagaimana alokasi bantuan itu semestinya disalurkan dari pemerintah. Padahal mereka termasuk pada kategori keluarga kurang mampu.

Dikatakan oleh ketua RT 05/01, Feri bahwa dirinya sudah mendata beberapa kali. Batuan apa saja selalu saya data, baik itu Bedah Rumah (Rutilahu), Bansos , PKH, Kartu sembako dan BLT dan soal disetujui atau tidak ya saya gak tau. Faktanya gak ada yang dapet baik itu Kakek Manap, Mak Rum, Saharan dan Nasir” ungkapnya

Sementara Nurhasan salah satu anggota BPD yang hadir dilokasi menjelaskan “Apapun bantuanya tidak tepat sasaran.Contohnya Program Keluarga Harapan (PKH) kemaren saya ikut menempel poster label PKH dan banyak ditemui rumah layak yang mana seharusnya mereka tidak berhak mendapatkan bantuan” tutur Nurhasan.

Ditanya soal keadaan Kekek Manap dan Nenek Rum yang dalam keadaan sakit, Anggota BPD tersebut mengatakan”Jangankan buat berobat ibu, buat makan saja sulit,”ucapnya

Hingga berita ini diturunkan belum ada satupun anggota dari Dinas Sosial yang datang dan hadir untuk mendata. TKSK kecamatan Tenjo saat dikonfirmasi lewat telephon tidak menjawab dan membalas Via WA kalau beliau sedang dirumah dan ada tamu.( Mila)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter