Tangerang

Sosialisasi Pembinaan Perlindungan Anak Dan KDRT Bagi Masyarakat Desa Talaga

0views

TangerangSorot Desa, Diera globalisasi akhir-akhir ini masyarakat kita sangat kurang mengerti istilah KDRT ( Kekerasan Dalam Rumah Tangga ), oleh sebab itu pemerintah wajib memeberikan suatu pemahaman dan penyuluhan atau sosialisasi tentang kekerasan ibu dan anak, UU 23 thn 2004 : Tentang Perlindungan kekerasan dalam rumah tangga.

Senin, 17/09/2018 Acara ini dilaksanakan di aula desa talaga yang dihadiri Ibu Kepala Desa Talaga Hj. Eti Suherti, Kasie Pemberdayaan Kec. Cikupa Saiful Anwan Esos, Msi. Bidang PTP2A Kab. Tangerang Hj. Mariam, Binamas Desa Talaga Nana Mulyana. warga masyarakat Desa Talaga. Acara ini berlangsung dibuka oleh Sekdes Talaga Ahmad Sukyani.

Saiful menyampaikan perlindungan anak dan kekerasan dalam rumah tangga sangatlah penting untuk di ketahui oleh bapak ibu sekalian supaya dalam membina rumah tangganya tercipta keharmonisan dalam berumah tangga, sudah barang tentu seluruh lapisan masyarakat harus mengetahui agar tidak semena mena melakukan kekerasan oleh siapapun. Ucapnya.

Ada beberapa hal penting yang harus di perhatikan dan yang di sampaikan kepada masyarakat Fisik, Sikis atau ucapan, Penelantaran ekonomi, Pemaksaan dalam hubungan intim. Dengan adanya kegiatan ini semoga masyarakat kita lebih dewasa membina keluarganya didalam keluarga atau di luar keluarga supaya masyarakat kita hidup secara aman nyaman dan mempunyai ilmu berumah tangga. ( PKDRT ) Pencagahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Agar bisa di pahami sesering kali kita yang paham tentang KDRT wajib hukumnya kita berbagi ilmu kepada yang belum tau atau yang belum mengerti supaya semua masyarakat lebih mengerti apa itu ( kdrt ) dalam kekerasan bukan hanya didalam keluarga tetapi bisa saja yang kita kerjakan sehari-hari seperti korban sodomi, guru terhadap muridnya, orang tua terhadap anaknya atau istrinya, ada kejadian anak dibawah umur bermain dalam kamar tetapi tidak disadari sebagai orang tua harus waspada kepada anak-anaknya. Harus lebih ketat dalam pemantauan anak. Apabila terjadi kejadian wajib lapor ke PTP2A yang membidangi masalah kekerasan rumah tangga dan lainnya.

Wilayah Kabupaten wilayah hukum terbagi menjadi 3 Kab Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, semua sama untuk wilayah pelaporan kekerasan apapun akan di tindak lanjuti oleh aparat kepopisian setempat berdasarkan wilayah hukum setempat. Cara penyampaian kepada anak yang baik dan benar dan mudah di mengerti agar tidak saling salah paham antara yang memberi pemahaman dan yang di pahamkan. ( Idrus AS )

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter