BantenPandeglangSorot DesaSosial

SOROTDESA.COM | PENTINGNYA MENULIS DAN DUKUNGAN DARI PEMERINTAH

2views

PANDEGLANG | sorotdesa.com, – Tidak semua pelajar atau mahasiswa tertarik dengan dunia tulis menulis. Bagi beberapa orang, menulis adalah hal yang membosankan. Padahal dari menulis ini, bukan tidak mungkin yang tadinya hanya sekedar hobi, mampu menjadi profesi yang dapat menghasilkan uang.

Terlepas dari hal itu, menulis merupakan sesuatu yang sangat penting bagi setiap orang. Terutama bagi mahasiswa. Karena untuk menyampaikan gagasan, ide, aspirasi, teori, maupun konsep dari diri sendiri kepada orang lain, tetntunya harus menggunakan tulisan sebagai salah satu bentuk komunikasi bahasa yang verbal.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa setiap mahasiswa diwajibkan untuk bisa menulis. Sebagaimana yang Kita ketahui, bahwa kegiatan mahasiswa tidak lepas dari dunia tulis menulis. Seperti membuat Artikel, Makalah, Laporan, Karya Ilmiah, hingga Skripsi.

Saat ini produktivitas menulis telah mengalami penurunan, dan sebaliknya plagiarisme semakin meningkat. Kemajuan teknologi internet telah membuat generasi penerus bangsa malas untuk berkreasi. Kebanyakan dari mereka lebih suka copy-paste dari google. Hal itu merupakan sebuah ancaman bagi kemajuan sebuah bangsa, terutama di bidang literasi dan kesusastraan.

Mahasiswa sebagai insan akademis merupakan tulang punggung bagi kemajuan sebuah bangsa. Oleh sebab itu mereka wajib menuangkan segala ide, gagasan, aspirasi, teori, maupun konsep ke dalam bentuk tulisan agar bisa dipahami dan menginspirasi orang lain. Bukan melakukan plagiarisme dalam penyusunan skripsi agar ia dapat lulus kuliah.

Dalam hal ini tentunya harus ada sebuah gerakkan kesadaran menulis yang saling bersinergi satu sama lain, baik Komunitas, Organisasi, Pemerintah, Lembaga maupun Kampus. Agar para pelajar dan mahasiswa bisa melatih keterampilannya dalam membuat tulisan.

Banyak sekali para pelajar dan mahasiswa yang tulisannya tidak selesai karena ada beberapa kendala. Mulai dari kehilangan mood menulis, sulit mencari pilihan kata, dan lingkungan yang tidak mendukung. Kemudian banyak juga yang telah menyelesaikan tulisannya, namun mengalami kesulitan dalam menerbitkannya. Semua itu disebabkan oleh kebanyakan Penerbit Mayor yang enggan menerima karya-karya penulis baru, walaupun karya tersebut sangat bagus. Karena sebagaimana yang Kita ketahui di Indonesia saat ini, bahwa kolusi dan nepotisme telah mewabah ke segala sektor, sehingga bukan hanya di sektor birokrasi, akan tetapi di penerbit buku juga. Jika tidak ada pelicin dan orang dalam, maka semua urusan akan sulit.

Oleh sebab itu Pemerintah, khususnya Dinas Perpustakaan di seluruh daerah, wajib memfasilitasi karya-karya putra daerahnya agar bisa diterbitkan supaya bisa mengharumkan nama daerahnya. Seperti “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk” yang telah berhasil mengharumkan Kota Padang, dan Provinsi Sumatera Barat.

(TB. Aujani)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter