BogorJawa BaratSorot DesaSosialTenjo

SMA N 1 TENJO DIDUGA SUNAT DANA BANPROV JABAR, TERKAIT PEMBANGUNAN RUANG KANTOR

2views

BOGOR | sorotdesa.com, – Selain bakal menghambat pendidikan nasional, korupsi disektor pendidikan juga menjadi batu perintang bagi tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan dibidang pendidikan.

Secara umum korupsi didefinisikan sebagai penyalahgunaan kekuasaan/kewenangan publik untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan pribadi melaui cara-cara penyuapan, pemerasan, kolusi, nepotisme, penipuan dan penggenapan.

Boleh jadi akat korupsi adalah egoisme diri, dengan demikian setiap individu sesungguhnya mempunyai kecenderungan untuk berlaku korup.

Secara naluriah, kita memang cenderung untuk lebih mendahulukan kepentingan diri kita sendiri dan keluarga kita.

Jika kecenderungan ini tidak bisa dikendalikan, maka akan dengan mudah terjebak pada perilaku korup, kajian yang dilakukan Elvados Bakonis dkk (2006).

Godaan untuk melakukan praktik korupsi semakin meningkat seiring dengan menguatnya konsumerisme dan menguatnya pandangan bahwa kesejahteraan pribadi jauh lebih penting dari kesejahteraan umum.

Koruptor tak ubahnya seperti rayap mereka sama-sama merusak, rayap merusak rumah kita, sementara para koruptor merusak negara kita.

Sektor pendidikan memang sudah lama disinyalir menjadi salah satu lahan basah bagi praktik korupsi di Rebuplik ini Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Dinas Pendidikan menjadi salah satu institusi paling korup di Indonesia.

ICW mencatat dalam sektor pendidikan,modus korupsi yang paling dominan adalah Penggelembungan Harga pengadaan barang dan jasa, disamping penggerogotan ataupun penyunatan berbagai anggaran pendidikan mulai dari Anggaran untuk Bamtuan Operasional Sekolah (BOS), Dana Alokasi Khusus (DAK) Dana Beasiswa, Anggaran Pembangunan dan Rehabilitasi sekolah, Anggaran Pengadaan Buku serta Sarana Prasarana.

SMA Negeri 01 Tenjo, baru-baru ini menerima Bantuan Pembangunan Rehab Kantor yang anggaranya berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat sebesar Rp. 307.000.000 (tiga ratus tujuh juta rupiah) harga yang dikerjakan secara swakelola.

Ditemui diruang guru sementara sekolah, Pak Udin selaku Tata Usaha (TU) menuturkan kalau Kepala Sekolah ada diruangan nya akan tetapi tidak bisa ditemui oleh awak media karena sedang sakit.

“Pembangunan Rehab Kantor di SMA anggaranya memang berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat dan dikerjakan oleh Ahli dibidang pembangunan yang sebagian didatangkan dari luar Tenjo, adapun para pekerja kasarnya rata-rata berasal dari sekitar sekolah,” paparnya

Ketika ditanya kenapa Sekolah tidak ambil tenaga ahli dari Kecamatan Tenjo, Apakah di Tenjo tidak ada orang yang ahli dibidang ini? Pak Udin menjelaskan.

“Bisa iya bisa tidak, dan kami memandang perlu ambil tenaga ahli dari luar karena mereka harus ahli betul dibidang rehab yang namanya rehab kan tidak seperti membangun baru, itu alasan pihak sekolah ambil tenaga yang betul-betul ahli dibidang rehab bangunan kantor dari luar Tenjo” tambahnya.

Dikatakan pula bahwa pembangunan rehab kantor sekolah ini sudah melalui mekanisme yang semestinya pihak sekolah sudah berkordinasi dan sudah mengadakan rapat dengan pihak Komite Sekolah dan Dewan guru”

Dikatakan oleh salah satu awak media dari Jaga News, bahwa untuk menemui dan wawancara Kepala Sekolah di SMA N 1 Tenjo amat sangat susah dan selalu beralasan sakit.

Saat Media Sorot Desa menyambangi Sekolah tersebut untuk wawancara dengan Kepala Sekolah pun hanya ditemui oleh Staf Tata Usaha atas nama Pak Udin yang setelah wawancara langsung ditinggal begitu saja, dengan kata lain awak media mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari pihak sekolah.

Ditemui disela kesibukanya MK. Nurgroho selaku Komisaris PT Jaring Garuda Sakti (PT JGS) yang berdomisili dikecamatan Tenjo geram atas pernyataan Pak Udin tersebut.

“Sebagai apa dia, tau apa soal pembangunan, enak saja bilang di Tenjo gak ada ahli bangunan bilang Orang Tenjo gak mampu mengerjakan rehab semacam itu, rehab begitu mah pekerjaan tukang kampung juga bisa, apalagi kami Kontraktor PT JGS itu biasa mengerjakan gedung mau bangun gedung berapa lantai sini kami kerjakan, Kami tidak pernah dengar atau dikasih tau sama sekolah manapun jika ada pembangunan. Jadi saya minta Pak Udin jangan asal bicara” ungkapnya geram

Saat dikonfirmasi via telephone Ketua Komite Sekolah SMA N 1 Tenjo mengatakan “Saya sudah sebulan sakit dan tidak kesekolah, jadi Udin mungkin berbohong dan nanti akan saya tegur, seorang Momo sudah tua jadi gak mungkin berbohong, nanti saya akan temui Kepsek sama Udin secepatnya,” kata H. Momo panggilan akrab H.Sukatma

Disinyalir dan diduga Pembangunan Rehab Kantor Sekolah ini dijadikan bisnis pribadi antara Kepala Sekolah dan Tata Usaha, bahkan saat awak Media Sorot Desa mengkonfirmasi, beberapa guru mengaminkan dan dikatakan mereka tidak tau menahu akan ada Pembangunan Rehab Kantor Sekolah, para guru hanya tau saat Kantor dipindahkan sementara dan kemudian Kantor dibongkar atapnya, Soal anggaran juga baru diketahui setelah ada papan pengumuman yang dipasang setelah ada Media yang datang kesekolah.

Ditempat terpisah Biro Hukum LSM jaring Garuda NKRI (JAGA NKRI) kabupaten Bogor, Rahman Joko Purnomo, SE. SH angkat bicara “Inspektorat Disdik dan aparat penegak hukum harua cepat bertindak dan melakukan investasi dan jika ditemukan ada unsur korupsi,maka sudah sepantasnya oknum yang terlibat harus dipidanakan.”

“Ini pelanggaran serius, Bantuan Provinsi untuk Pembangunan Sekolah harus dikelola sebagai mana mestinya dan transparan, jika ada oknum yang memanfaatkan Program tersebut sebagai ajang untuk memperkaya diri dan kelompoknya pasti akan dikenakan pasal berlapis, banyak sekali pasal yang mengatur soal itu, jadi jika terbukti ada korupsi segera tangkap dan Penjarakan, ” tegasnya

(Mila)

 
Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter