BantenPandeglang

Selain Tidak Penuhi Prinsip 6T, Beberapa Agen E-Waroeng Temukan Komoditi Busuk

534views

PANDEGLANG,- Lagi-lagi penyaluran Program bantuan pangan non tunai (BPNT) yang terjadi di Desa Curugciung, Umbulan dan Cikadongdong kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang kini banyak polemik.

Hal itu terjadi lantaran keterlambatan penyaluran oleh pihak supplier yang kurang efektif perihal penyediaan barang kepada para Agen/E-Waroeng.

Selain itu banyak Komoditi seperti, daging ayam, buah-buahan dan sayuran banyak yang busuk yang di terima oleh keluarga penerima manfaat (KPM) di berikan separuh dengan cara di cicil.

Alasan pengiriman dari supplier tersebut secara bertahap dan membutuhkan proses juga penyegaran.

Hal itu dikatakan oleh beberapa Agen yang di supplai oleh PT Sumber Rijki Bersama (SRB), mereka sangat mengeluhkan dengan kejadian tersebut, karena menurutnya ini jelas mengabaikan prinsip 6T dan ini bisa menjadi beben moral bagi para Agen.

“Kalau seperti ini terus saya gak mau, untuk PO lagi ke supplier ke PT SRB, baru di coba sudah bikin kecewa, padahal saya berharap dengan munculnya supplier yang baru lebih baik dari supplier sebelumnya.” ucap perwakilan salah satu Agen e-waroeng yang tidak mau di sebutkan namanya ke awak media sorotdesa.com, Minggu (24/01/2021).

Muklas salah satu perwakilan dari PT SRB saat di konfirmasi via WhatsApp nya tidak ada jawaban seolah diam seribu bahasa.

Sementara itu Kadinsos Pandeglang Hj Nuriyah saat dihubungi via WhatsApp mengatakan dengan singkat.

“Waktu ibu kesana bagus.” pungkasnya. (Agus Triana/Red)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter