BantenPandeglang

Sejumlah Remaja Asyik Konsumsi Miras Digiring RPM Pandeglang

297views

PANDEGLANG,- Pasangan remaja yang sedang asyik mengkonsumsi miras digiring ke kantor Relawan Pencegahan Maksiat (RPM) untuk dilakukan pendataan dan pembinaan, Minggu (24/1/21) dini hari.

Pasangan remaja tersebut ditemukan sedang aysik mengkonsumsi Minuman Keras (Miras) dan sedang berkumpul dengan pasangan yang bukan muhrimnya terdapat di dua lokasi berbeda.

Salah satu remaja yang kedapatan mengkonsumsi Miras Z (23) mengaku memebeli Miras tersebut di pasar Pandeglang.

“Saya membelinya di pasar Pandeglang Pa, ada juga yang dari Serang tapi itu kemaren Pa,” katanya kepada RPM.

Giat ronda malam Minggu ini RPM mendapati pasangan remaja yang berstatus masih pelajar.

“Ada tiga wanita dan enam pria dari lokasi berbeda yang dibawa ke kantor RPM, dua wanita dan empat pria ditemukan di dalam bengkel di Jl Raya Pandeglang, dan satu wanita bersama empat pria ditemukan di depan kantor Bank Banten, depan Gedung Juang, sedang asyik mengkonsumsi miras,” kata H. Ahmad Mustofa, Ketua RPM Pandeglang.

Kegiatan ronda yang biasa dilakukan RPM guna mencegah kemaksiatan di Kabupaten Pandeglang, sekaligus untuk membantu Pemerintah Daerah dalam penegakan Perda tentang ketertiban umum dan asusila, sesuai dengan Perda Nomor 16 Tahun 2003 Tentang Pelanggaran Kesusilaan, Minuman Keras, Penjudian dan Penyalahgunaan narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya.

Tanpa peran serta dan bantuan masyarakat mustahil penegakan aturan dalam bidang apapun bisa berjalan dengan maksimal, tetapi jangan sampai masyarakat sudah mau membantu justru pihak penegak yang sudah diberikan amanah oleh masyarakat malah terbuai dan tidak serius dalam penangananya, malah terkesan masa bodoh.

“Dalam kegiatan ronda, RPM tanpa pernah bosan apalagi sampe libur setiap malam Minggu untuk memberikan himbauan dan pembinaan kepada para muda mudi yang kedapatan keluar rumah dan nongkrong-nongkrong berpasangan bukan dengan muhrim nya disaat waktu yang sudah larut malam,” papar H. Uus.

Ia menambahkan, biasanya kalau ada temuan RPM di lapangan akan dibawa ke kantor Satpol PP sebagai petugas penegak Perda, kalau kita kan hanya relawan, atau ormas yang sifatnya hanya membantu bila melihat, mendengar adanya dugaan pelanggaran, kalau Perda kita laporkan dan serahkan ke Pol PP kalau Pidana ke pihak Kepolisianya.

Tujuan mengamankan disini untuk menjaga hal yang tidak diinginkan terjadi lebih jauh, sebelum datangnya petugas, pastinya dengan terlebih dahulu kordinasi kepada pihak terkait, dan dengan cara-cara yang baik, setelah itu kita serahkan kepada pihak yang berwenang. Namun, sudah beberapa pekan ini kantor Satpol PP di Alun-alun terlihat kosong.

“Kantor Satpol PP selalu kosong beberapa pekan ini setiap kita ronda, ya hasil dari temuan tersebut langsung kita bawa ke kantor RPM untuk melakukan pendataan dan pembinaan dan menghubungi pihak keluarganya.” Ungkap Uus.

Sementara pembinaan yang kita lakukan di kantor RPM, guna memberikan wawasan agama serta nasehat agar para generasi bangsa ini lebih baik kedepannya dan bisa menjaga diri sendiri atau orang lain, dari hal yang tidak baik. Menggunakan waktunya kepada hal-hal yang positif dan meninggalkan pergaulan yang menjurus ketindak pidana atau melanggar aturan agama.

“Tujuan pendataan untuk mengetahui domisili mereka, kemudian juga untuk mengontrol dan memastikan kedepannya apakah yang bersangkutan tidak akan melakukannya lagi, atau malah sebaliknya.” Katanya

Apalagi, kata H. Uus para remaja yang masih duduk di bangku sekolah, sudah seharusnya lebih fokus untuk mempergunakan waktunya kepada hal yang positif jangan samapi terpengaruh kepada pergaulan bebas (sex bebas).

Ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai warga Negara khususnya masyarakat Pandeglang, agar tercipta situasi yang aman, nyaman dan kondusif.

“Siapa lagi yang peduli kalau bukan kita sebagai masyarakat yang ingin daerah nya aman,nyaman dan kondusif dan mempunyai generasi-generasi berakhlatul kharimah,” pungkas H. Uus. (Red)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter