BantenPandeglang

Rangka Atap Baja Ringan Rehabilitasi Ruang Kantor SMPN 3 Sukaresmi Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi yang Tercantum Dalam RAB

1.25Kviews

PANDEGLANG, | sorotdesa.com – Rangka Atap Baja Ringan Proyek Rehabilitasi Ruang Kantor SMPN 3 Sukaresmi Diduga Kurangi Harga Satuan. Pasalnya, Rangka atap baja ringan yang digunakan tidak berkualitas, tidak sesuai budgeting, atau penganggaran pada harga rangka atap baja ringan yang tercantum dalam Rincian Anggaran Biaya (RAB), Sehingga terindikasi adanya mark up dalam pelaksanaan pengadaan dan penganggarannya, Kamis (1/8/19).

Kegiatan DAK Fisik Reguler Bidang Pendidikan Sub Bidang SMP TA. 2019, Pekerjaan Rehabilitasi Ruang Kantor dengan Volume 1 Ruang, No Kontrak 425/819/PPK-Dikbud/2019, Nilai Anggaran Rp 177,542.000,- Waktu Pelaksanaan, 90 (Sembilan Puluh) Hari Kalender di Wilayah Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang dengan pelaksana Swakelola dalam bidang pengadaan barang atau jasa oleh pihak sekolah sebagai penanggung jawab anggaran.

Iman Nurjaman, selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Sukaresmi saat diwawancarai sorotdesa.com dikantornya mengatakan bahwa, untuk pengadaan rangka atap baja ringan rehabilitasi ruang kantor SMP Negeri 3 Sukaresmi diserahkan kepada mitra yang sudah ditunjuk oleh sekolah yakni Sdr. Ipan melalui proses pemesanan.

“Pengadaan rangka atap baja ringan untuk rehabilitasi gedung kantor SMP Negeri 3 Sukaresmi diserahkan kepada mitra yang sudah ditunjuk yakni sdr Ipan melalui proses pemesanan,” kata Iman Nurjaman.

Masih dikatakannya, jika baja ringan yang dikirim oleh mitra yang ditunjuk tidak masuk ke dalam spesifikasi maka akan dilakukan pergantian dan pekerjaannya untuk sementara waktu ditunda sebelum ada pergantian baja ringan sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam harga yang sudah dianggarkan dalam rencana anggaran biaya (RAB).

“Kami melakukan pembelian bahan material rangka baja kepada Irpan sesuai dengan harga yang sudah dianggarkan dalam rencana anggaran biaya, jika memang kualitasnya kurang baik akan dikembalikan dan sementara pekerjaan pemasangan ditunda untuk dilakukan pergantian,” tuturnya.

Sementara Hasan warga setempat sekaligus sebagai penjaga sekolah ketika dikonfirmasi terkait pelaksanaan pembangunan rehabilitasi ruang kantor SMP Negeri 3 Sukaresmi mengatakan tidak mengetahui kapan sekolah tersebut dimulai dilakukan perehaban.

“Sebagai penjaga sekolah kami tidak diikut sertakan dalam pelaksanaan pembangunannya, apalagi diinformasikan jadwal pekerjaannya,” ungkap Hasan.

Ia mengungkapkan, jika memang diikut sertakan untuk mengerjakan pembangunan rehabilitasi tersebut dengan senang hati akan ikut serta membantu didalamnya.

“Jika memang saya diikut sertakan untuk mengerjakan pembangunan rehabilitasi ruang kantor maka saya siap membantu dalam pelaksanaan pekerjaannya,” jelasnya.

Terpisah Roni, yang sudah ditunjuk sebagai Konsultan Pengawas saat dihubungi lewat pesan singkat WhatsApp terkait temuan-temuan awak media sorotdesa.com dilapangan menjawab, kalo ingin konfirmasi pengadaan rangka atap baja ringan langsung dengan kepala sekolah.

“Saya konsultannya pa, kalau pengadaan baja langsung dengan kepala sekolah, kamrein laporan terkait maslah rangka atap baja ringan akan dilakukan pergantian,” tulis Roni dalam pesan Whatsapp.

Lebih lanjut Roni menjelaskan, pihak konsultan langsung mengambil sikap berdasarkan laporan dari rekanan media terkait dengan rangka atap baja ringan.

“Kami dari pihak konsultan tidak melakukan pembiaran, berdasarkan laporan langsung ditindaklanjuti dan mengintruksikan untuk dilakukan pergantian,” pungkasnya.

Sehubungan dengan hal tersebut maka pihak sekolah diduga kuat bermain main dengan anggran yang ada dalam pengadaan rangka atap baja ringan, terbukti dengan menunjuk mitra lain sebagai pengadaannya yang tidak sesuai spesifikasi dan tidak berkualitas, Sehingga patut diduga adanya mark up anggaran yang dilakukan oleh kepala sekolah yang tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB) yang sudah direncanakan.

[Agung.S/Korwil Banten]

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter