BantenLebak

PT. SUMBER REJEKI AGUNG MIGAS, Diduga Lakukan Penyimpangan Distribusi LPG Tabung 3 Kilogram

2.16Kviews

LEBAK, BANTEN | sorotdesa.com – Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram PT. SUMBER REJEKI AGUNG MIGAS di wilayah Kabupaten Lebak, Banten Jl. Sunan Kalijaga Rangkas Bitung diduga menyimpang dari aturan. Pasalnya, dalam penyalurannya Gas LPG Tabung 3 Kilogram oleh Agen dalam lingkaran distribusi tidak sampai ke titik pangkalan yang seharusnya, pihak agen langsung melakukan distribusi ke Pangkalan-pangkalan (Sub-Agen) yang menjadi mitra dari agen tersebut. Jum’at (19/4/2019).

Agen PT. Sumber Rejeki Agung Migas tidak melakukan pendistribusian LPG Tabung 3 Kilogram ke gudang pangkalan, tetapi hanya melakukan penurunan LPG 3 Kilogram tersebut di salah satu pangkalan Hayati di Kampung Bojong Koneng Rt 001, Rw 001, Desa Parung Panjang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten untuk 4 bagian pangkalan sebelum gas elpiji sampai ke tangan pemakai (end user) yaitu Pangkalan. Dengan demikian kegiatan distribusi agen terhadap pangkalan/ sub-agennya menambah beban pemilik pangkalan yang harus mengeluarkan biaya transportasi pengambilan.

Dari hasil temuan awak media sorotdesa.com dilokasi pendistribusian PT. Sumber Rejeki Agung Migas di Pangkalan Hayati pihak agen tidak langsung melakukan distribusi ke Pangkalan-pangkalan (Sub-Agen) yang menjadi mitra dari agen, diduga keras distribusi ini dalam penyaluran tidak tersalurkan sesuai jumlah DO yang ada, hal itu diketahui pendistribusian untuk para pangkalan/ sub-agennya tidak tepat tempat, ke gudang pangkalan.

Saat dikonfirmasi dilokasi pendistribusian Jum’at (19/4/2019) salah satu pemilik pangkalan di wilayah kecamatan Wanasalam, Madta mengatakan bahwa agen PT. Sumber Rejeki Agung Migas tidak melakukan pendistribusian sampai ke titik gudang pangkalan dan pangkalan harus mengambil ke tempat distribusi pangkalan Hayati.

“Saya harus mengeluarkan biaya transportasi sebesar Rp 150 ribu dalam satu kali pengambilan ke lokasi pendistribusian elpiji dari agen induknya yang di turunkan di Pangkalan Hayati, dengan jumlah yang telah disepakati antara agen dengan pangkalan,” ungkapnya.

 

Lanjut Madta kepada awak media sorotdesa.com, Pangkalan yang merupakan bagian distribusi yang posisinya dibawah agen harus tetap mengambil elpiji dari agen induknya ke titik distribusi, sebab tidak sampai ke titik gudang pangkalan dan Kemudian melakukan distribusi ke pengecer-pengecer yang merupakan mitra pangkalan/ sub-agen,

“Pangkalan tetap harus melakukan pengambilan elpiji dari agen induknya ke titik distribusi sehingga pangkalan tetap bisa berjalan melakukan distribusi ke pengecer-pengecer yang merupakan mitra pangkalan/ sub-agen,” kata Madta.

Madta berharap, lingkaran distribusi gas elpiji ini untuk kedepannya dilakukan dengan harapan dapat tercapainya konsep tepat tempat dalam distribusi gas elpiji khususnya yang 3 Kg (bersubsidi).

“Harapan kedepannya pendistribusian dari Agen yang merupakan bagian kunci dalam lingkaran distribusi gas elpiji dikarenakan agen berhubungan langsung dengan PERTAMINA bisa langsung mendistribusikan ke titik gudang pangkalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Aceng supir Agen LPG PT. Sumber Rejeki Agung Migas menjelaskan, bahwa memang pendistribusian harus tepat ditempat gudang pangkalan jika berbicara aturan. Namun dengan sulitnya akses jalan maka pendistribusian tidak dilakukan sampai ke titik gudang pangkalan.

“Akses jalan ke gudang pangkalan rusak dengan alasan tersebut pendistribusian tidak sampai ke lokasi gudang pangkalan,” tuturnya.

(Kasman).

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter