BantenKabupaten Tangerang

Proyek PDAM Di Tigaraksa Penyebab Kemacetan Dan Mengganggu Pengguna Jalan

758views

TANGERANG, | sorotdesa.com – Program peningkatan cakupan pelayanan penyediaan air bersih kabupaten Tangerang tahun 2019 dengan judul proyek Pemasangan jaringan pipa distribusi air bersih dan bersumber dana dari PDAM Tirta Kerta Raharja kabupaten Tangerang tahun anggaran 2019, seharusnya membuat masyarakat memberikan ucapan terima kasih kepada PDAM dengan programnya ini, akan tetapi hal ini tidak berlaku bagi masyarakat Tigaraksa dan sekitarnya.

Proyek PDAM yang sudah berjalan kurang lebih dua bulan tersebut malah membuat masyarakat pengguna jalan raya Syech Mubarok atau tepatnya depan Polsek Tigaraksa menjadi marah, karena proyek tersebut menghambat laju kendaraan mereka dan membuat kemacetan dari dua arah jalur jalan, disebabkan tanah galian proyek tersebut sampai memakan bahu jalan hampir satu setengah meter dari trotoar jalan, Senin (24/06/2019) pukul 17.00 wib.

Kemacetan dari dua arah jalur jalan di depan Polsek Tigaraksa menjadi macet total, sampai sampai Kanit Lantas Polsek Tigaraksa, IPDA Kusmanto, mengerahkan 6 petugasnya untuk turun mengatur lalu lintas yang mengalami kemacetan yang semakin semrawut dengan pemandangan tanah bekas galian memakan bahu jalan tersebut.

Salah seorang warga Tegal Baju Tigaraksa, Andi, mengatakan,” seharusnya mereka memasang plang proyek sebagai pembatas atau penanda bahwa sedang ada galian PDAM tersebut dan tanah bekas galian jangan sampai tercecer, walaupun sudah dikarungi oleh para tukang akan tetapi tanahnya tetap saja berceceran dan menutup sebagian jalan, makanya kemacetan tak terelakan, kasihan pak polisi yang mengatur jalan, kesana mentok kesini mentok, cobalah pengawas pekerjaan tersebut memberikan arahan pada anak buahnya dengan benar,” umpat Andi yang bekerja di kawasan millenium Cikupa.

Sementara itu IPDA Kusmanto mengatakan,” cukup melelahkan mas mengaturnya dengan kemacetan seperti ini, pihak pengawas atau mandor proyek PDAM ini juga tidak berkoordinasi dengan kami, gimana tanggung jawabnya para mandor itu, makanya kami turunkan 6 personil untuk ikut melakukan pengaturan lalu lintas supaya tidak membuat kemacetan yang lama,” papar IPDA Kusmanto .

Mega proyek PDAM tersebut seharusnya tidak membuat kemacetan dan menggangggu pengguna jalan, justru seharusnya program tersebut sangat dibutuhkan masyarakat bukan merugikan masyarakat.

(Yr)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter