BantenPandeglangPeristiwaProyekSorot DesaSosial

Proyek CV. Bagas Karya Pratama Diduga Dikerjakan Tanpa Pengawasan Pelaksana dan Konsultan

0views

PANDEGLANG, | sorotdesa.com – Proyek Peningkatan Jalan Poros Desa dan Lingkungan Perkotaan, Drainase dan Gorong – gorong di Desa Kertaraharja Kecamatan Sobang Kabupaten Pandeglang yang saat ini dalam tahapan pelaksanaan pembangunan diduga tanpa ada pengawasan dari pelaksana ataupun pihak konsultan pengawas dalam pelaksanaan proyek. Pasalnya, dari hasil pantauan sorotdesa.com dilokasi pekerjaan terlihat asal jadi, tidak mengedepankan kualitas, Selasa (2/7/19).

Pekerjaan jalan poros desa yang diketahui bersumber dari APBD Kabupaten Pandeglang, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP-KP) sebesar Rp 99.088.000,- Tahun Anggaran 2019 Nomor 600/21/SPK-KONST/PJPDLP/DPKPP-KP/2019, tampak terlihat pekerja yang sedang mengerjakan proyek tidak didampingi oleh pelaksana dan konsultan pengawas proyek. Akibatnya, kegiatan yang dilakukan para pekerja tersebut terkesan asal-asalan dan tanpa melihat gambar yang termuat dalam bestek.

Hal itu terbukti untuk Lapis Pondasi (LPB) tidak mencapai 20 cm yang seharusnya sesuai aturan sebenarnya 20 cm dan untuk Lapis Pondasi (LPA) kurang dari 10 cm, sehingga dalam pelaksanaan pembangunannya terkesan asal jadi dan diduga keras tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB).

Salah seorang bernama Kacer yang mengaku sebagai kepala kerja (mandor) Kepada awak media sorotdesa.com, mengaku akan menambahkan batu makadam sebagai lapisan untuk pengerasan lahan yang akan dipergunakan sebagai jalan.

“Pekerjaan lapis pondasi agregat perkerasan akan ditambah batu makadam,” kata Kacer

Sementara Iyus, pelaksana proyek dari CV. Bagas Karya Pratama, membohongi awak media pada saat dikonfirmasi lewat telepon genggam dengan menjanjikan untuk ketemu melakukan klarifikasi terkait pekerjaannya di lapangan yang tanpa pengawasan pelaksana dan juga konsultan pengawas.

 

“Tunggu saja pak, saya pasti akan datang untuk melakukan klarifikasi tapi saat ini saya masih dijalan,” ujar Iyus via telepon seluler ketika dikonfirmasi sorotdesa.com.

Temuan – temuan dilapangan terjadi karena Pelaksana proyek CV. Bagas Karya Pratama dan Konsultan Pengawas dalam pelaksanaan pengerjaan proyek tidak maksimal melaksanakan tugas dan fungsi, sehingga kualitas dari bangunan yang dikerjakan tersebut terkesan asal jadi serta dikerjakan semaunya tanpa melihat gambar perencanaan yang sudah dibuat, direncanakan dan disepakati.

Seharusnya, pihak pelaksanaan dan Konsultan Pengawas melakukan kontrol dan pengawasan terhadap kegiatan pembangunan pada saat pengerjaan, Sebab proyek membutuhkan kontrol dan pengawasan yang baik, agar prosesnya tidak melenceng dari rencana yang telah dibuat sebelumnya.

(Nana/Nursamsu)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter