KriminalTangerang

Polsek Cisoka Berhasil Ungkap Kasus Kekerasan Seksual Anak Dibawah Umur

335views

Tangerangsorotdesa.com, Polsek Cisoka Polresta Tangerang berhasil mengungkap kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur, yang terjadi di Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, Rabu (31/10/2018). Korban berinisial NN (14) , menjadi korban tindak kekerasan yang dilakukan oleh pelaku berinisial AM (23), AN (18), MF (16) dan NA (25), yang kini mendekam dibalik jeruji besi Mapolsek Cisoka.

Kapolsek Cisoka AKP Uka Subakti, SH,” kasus kekerasan seksual terhadap korban telah direncanakan sebelumnya oleh dua tersangka yang tak lain adik-kakak, yakni AN dan AM, korban yang masih duduk di kelas 2 SMP itu dijemput oleh pelaku AN dari rumah temannya. Saat itu, kata Kapolsek, korban diiming-imingi hendak diajak jajan makanan,” terangnya.

Korban yang sudah mengenal pelaku pun tak menaruh curiga, sehingga korban mau diajak tersangka AN,” ujar Kapolsek, Jumat (2/11/2018).Kapolsek menambahkan, korban oleh pelaku bukan dibawa ke tempat jajanan, melainkan dibawa ke salah satu rumah kakak pelaku di Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti. “Di rumah itu, korban kemudian dicekoki minuman keras hingga mabuk,” tambah Kapolsek.Kemudian, kasus kekerasan seksual itu dilakukan oleh keempat pelaku di rumah tersebut. Secara bergantian, mereka menyetubuhi korban yang masih dibawah umur tersebut hingga tak sadarkan diri.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan orang tua korban ke Mapolsek Cisoka, Kamis (1/11/2018). Tak butuh waktu lama, hanya dalam hitungan jam saja para pelaku pun dibekuk ditempat berbeda.Pelaku AN dan MF diamankan dirumahnya masing-masing, sementara pelaku NA dan AM ditangkap personel Polsek Cisoka dibawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Cisoka Iptu Sitta M Sagala dikawasan Modern Cikande, Kabupaten Serang. Dua diantara empat pelaku adalah pelajar SMA.

Keempat pelaku pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, Penyidik telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dan akan menjeratnya dengan Pasal Pasal 81 ayat (1) dan (2) Undang-Ungdang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
“Ancaman hukumannya paling singkat 5 tahun dan paling lama15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar rupiah,” pungkas Kapolsek.[Yan]

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter