BantenHUT RI KE 74PandeglangPeristiwaSorot DesaSosial

Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-74, Peserta Didik SMP Negeri 4 Cigeulis Memperkenalkan Tari Sajojo

6views

PANDEGLANG | sorotdesa.com – Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Cigeulis memperkenalkan Tari Sajojo yang merupakan tarian tradisional yang berasal dari daerah Papua untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-74 di Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang, Sabtu (16/8/2019).

“Semoga anak-anak kita termotivasi rasa nasionalisme yang tinggi bahwa perbedaan suku ras agama adalah potensi bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk bisa bersatu dalam mengisi kemerdekaan yg diraih oleh para pendiri Bangsa ini, dan Tari Sajojo adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah Papua, dalam rangka peringatan hari ulang tahun kemerdekaan memperkenalkan tarian tradisional papua tersebut demi bhineka tunggal ika. Tarian ini sering dijadikan penampilan di berbagai acara, baik acara adat, budaya, maupun sekadar hiburan saja. Tarian ini sangat terkenal di Papua,” tutur Kepala Sekolah (Kepsek) Ramli Idris kepada sorotdesa.com.

Ramli Idris berharap, selaku pendidik agar Bhinneka Tunggal Ika ini dimaknai dengan saling memahami perbedaan apapun itu dan upaya mempertahankan NKRI, dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT), peringatan ini mesti menjadi momentum bagi segenap elemen bangsa untuk bersatu menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan kita sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan moral dan etika berbangsa dan bernegara, mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa kita ke depan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kemerdekaan ini tentu harus kita syukuri sebagai pengingat kita semua bahwa kemerdekaan adalah sebuah capaian yang tak ternilai harganya atas perjuangan panjang para pejuang dan pahlawan kita. Untuk itu, marilah kita bersama mengenang jasa dan mendoakan para pahlawan Kemerdekaan kita agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” pesan Kepsek.

Dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 tahun ini, kata Kepsek, Tarian Sajojo siap meriahkan peringatan tersebut dan dalam penyelenggaraan agak berbeda dari tahun sebelumnya. tidak hanya dihadiri atau diikuti oleh peserta didik dan guru, tetapi Muspika – Komandan Rayon Militer (Danramil), Kapolsek juga memberikan imbauan agar peringatan dapat diikuti juga oleh umum termasuk orang tua dan masyarakat.

“Mari kita jadikan hari ini sebagai tonggak bahwa kita akan tanpa lelah terus bekerja bersama, berikhtiar, dan berjuang untuk memajukan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang unggul di berbagai bidang,” ucap Kepsek.

Untuk memeriahkan rangkaian peringatan HUT RI ke 74 di Kecamatan Cigeulis, Pada pelaksanaan peringatan ini sudah dimulai sejak 5 Agustus 2019 lalu. Selain itu, Kepsek juga memberikan penghargaan kepada siswa SMP Negeri 4 Cigeulis, Pandeglang.

“Anak-anak kita berikan penghargaan khusus hasil karyanya yang sangat bernilai untuk bisa ditindaklanjuti jadi sebuah program. Dengan menggali kearifan lokal menjadi sebuah karya yang sangat bernilai dan menghasilkan prestasi ke tingkat internasional membawa nama baik bangsa dan daerahnya,” ujar Kepsek.

Kepsek menambahkan, pemberian penghargaan kepada anak-anak yang sangat kreatif dan berpotensi dapat mendorong mereka untuk lebih meningkatkan kreatifitasnya.

“Yang dilakukan oleh para siswa tersebut sangat menarik, bahwa Indonesia sebenarnya sangat kaya dengan potensi berbagai macam sumber daya,” jelas Kepsek.

Ia menyebutkan, Pelaksanaan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74 hari ini juga turut dimeriahkan dengan penampilan Keberagaman Pakaian Kostum Rumbai Hawaii, dan persembahan lagu-lagu oleh Korps Musik peserta didik SMP Negeri 4 Cigeulis. Serta, menampilkan kekayaan seni dan budaya Indonesia.

“Dengan adanya, peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74 yang dimeriahkan dengan penampilan Keberagaman seni budaya adalah simbol kejayaan, persatuan dan kesatuan, yang akan menjadi pendidikan lebih berkualitas,” beber Kepsek.

Menurut Kepsek, reformasi pendidikan juga berfokus pada pembangunan karakter bangsa. Pembangunan karakter ini dilakukan dengan menguatkan pendidikan yang berfondasikan pada nilai-nilai Pancasila dan budi pekerti di seluruh ekosistem pendidikan. Pembangunan karakter bangsa ini juga dtempuh melalui pemajuan kebudayaan.

“Karena bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang menghargai budayanya. Pemajuan kebudayaan, penguatan ketahanan budaya, dan pelindungan hak kebudayaan menjadi bagian yang sangat penting,” terang Kepsek.

Selanjutnya, dalam upaya menunjang pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia yang siap menghadapi
Revolusi Industri 4.0, disamping melalui Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah sejak usia dini, juga melalui pelaksanaan Wajib Belajar 12 tahun, serta Revitalisasi Pendidikan Vokasi.

“Revitalisasi Pendidikan Vokasi diharapkan dapat menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang terampil, inovatif, dan berdaya saing tinggi, sehingga dapat mengungguli angkatan kerja negara lain dalam persaingan global,” pungkas Kepsek.

Penulis: Kasman

Facebook Comments