BantenInfrastrukturPandeglang

Lemah Pengawasan, Proyek Pemeliharaan Jalan Mandalawangi Rawan Kecelakaan

301views

PANDEGLANG, BANTEN,- Proyek pekerjaan pemeliharaan di ruas jalan Mandalawangi Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang kerap makan korban kecelakaan lalu lintas (Lakalantas).

“Kami menyaksikan langsung peristiwa kecelakaan di ruas jalan yang tengah dalam pekerjaan pemeliharaan DPUPR Provinsi Banten ini,” ujar Erlan seorang warga sekaligus pengendara yang saat itu melintasi ruas jalan tesebut kepada media, Jumat (03/12/2021) Pukul 18.30 WIB.

Dikatakan Erlan, proyek DPUPR Provinsi Banten dalam pelaksanaannya dinilai lemah pengawasan, bahkan terlalu ceroboh dan itu terlihat dengan menumpuknya material hingga badan jalan, bukan saja menyebabkan rawannya laka lantas akan tetapi menimbulkan kemacetan lalu lintas juga.

“Miris, melihat proyek sekaliber provinsi tapi sangat lemah dalam pengawasannya, akibatnya ya seperti ini sampai ada kecelakaan bagi pengendara,” cetus Enji seorang warga yang juga turut menjadi saksi mata dalam peristiwa laka lantas tersebut.

Sementara menurut keterangan warga setempat, peristiwa kecelakaan akibat tumpukan material proyek tersebut, sudah dua kali terjadi.

“Tadi sore ada kecelakaan, malam ini terjadi lagi berarti sudah dua kejadian,” ucap beberapa warga

Sudah terjadi dua kali kecelakaan di ruas jalan tersebut, tidak ada penerangan jalan, laka lantas juga diakibatkan dari material batu proyek yang berserakan hingga menutup sebagian badan jalan.

Dari pantauan awak media, selain kurangnya rambu-rambu proyek, para pekerja pelaksana pemeliharaan ruas jalan itu pun terlihat tidak dilengkapi dengan peralatan Keselamatan, Kesehatan, Kerja atau K3 kontruksi.

telah terjadi dua kali kecelakaan selain di ruas jalan tersebut tidak ada penerangan jalan, laka lantas juga diakibatkan dari material batu proyek yang berserakan hingga menutup sebagian badan jalan.

Ditemui awak media seorang pekerja proyek, Didin mengaku kalau dirinya ditugaskan oleh salah satu pegawai DPUPR Provinsi bernama Egi.

“Saya di sini hanya pelaksana saja yang ditugaskan oleh Pak Egi PUPR provinsi,” tukas Didin. (Red)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter