BantenSerang

Korupsi DD dan Bantuan Covid-19, Bendahara Desa Kadubereum Diamankan Polisi

552views

SERANG,- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang Kota, mengamankan NH Bendahara Desa Kadubeureum, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten.

NH ditahan karena tersangkut kasus dugaan korupsi penyalahgunaan Dana Desa dan bantuan Pandemi Covid-19 untuk masyarakat dengan nilai Rp 570.250.000 (lima ratus tujuh puluh juta dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Kapolda Banten Irjen Pol Drs Fiandar melalui Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi, menyampaikan Uang yang seharusnya berada di rekening desa justru dipindahkan ke rekening pribadi NH.

“Kasus ini berawal pada tanggal 02 Oktober 2020, di kantor Desa Kadubereum telah dilakukan print out terhadap rekening kas Desa Kadubereum dan didapati bahwa uang atau saldo pada rekening kas desa tersebut hanya tinggal Rp 290.665,- yang seharusnya ada Rp 570.540.665,” Kata Kombespol Edy Sumardi di ruang kerjanya, Jumat (23/10/20).

Lebih lanjut Edy menjelaskan bahwa kasus ini diketahui pada saat waktu pembayaran honor perangkat desa tidak dibayarkan sejak bulan Juni 2020. Bahkan, tersangka sudah tidak masuk kantor lagi untuk menyembunyikan.

“Kecurigaan penyelewengan terbukti setelah perangkat desa melakukan pengecekan rekening. Ternyata, dana desa itu di transfer ke rekening pribadi tersangka untuk kepentingan pribadinya, transfer ke rekening pribadi secara bertahap sebanyak sekitar 25 kali transfer tanpa seijin dan sepengetahuan PJs Kepala Desa Kadubereum,” ujar Edy Sumardi.

Edy menyampaikan bahwa uang
tersebut dipergunakan oleh terlapor
untuk modal trading saham (forex)
serta sebagian uang dari anggaran desa
tersebut dipergunakan untuk membayar
hutang pribadi terlapor.

“Dana Desa Rp 570.250.000 yang dikorupsi ini merupakan Anggaran Desa terkait infrastruktur desa, pembayaran honor RT, pembayaran gaji aparat desa selama tiga bulan dan bantuan Covid-19,” ungkap Edy Sumardi.

Edy Sumardi menambahkan, Oleh aparat desa, kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Serang Kota, untuk ditindaklanjuti, dan saat ini pelaku sudah di tetapkan sebagai tersangka dan sudah di tahan di Polres Serang kota.

“Berdasarkan alat bukti berupa buku rekening termasuk rekening koran, serta pemeriksaan saksi-saksi baik perangkat desa dan pihak kecamatan. Yang bersangkutan kita dikenakan pasal 2, 3 dan 8 tentang Tipikor dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” ujar Edy Sumardi

Terakhir Edy Sumardi berpesan, kepada para pejabat untuk tidak tergoda korupsi karena sanksi berupa tindakan tegas sudah menunggu.

“Mari bekerja dengan hati dengan sepenuh jiwa dan kejujuran jangan sekali-kali mencoba korupsi, karena sanksi tegas akan menunggu.” tutup Edy Sumardi. (Red)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter