BantenPandeglang

Kepsek SDN Kertaraharja 2 Terkesan Bungkam Soal Proyek Pembangunan Jamban Siswa dan Guru

600views

PANDEGLANG, | sorotdesa.com – Kepala Sekolah SDN Kertaraharja 2, di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Aris Darisman (58) menghindari awak media dan terkesan bungkam menolak memberikan keterangan mengenai dugaan penyimpangan Kegiatan DAK Fisik Reguler Bidang Pendidikan SD Tahun 2018 yang dikerjakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Pasalnya, Pekerjaan Pemasangan Pas Huruf Acrilic miror T. 15 cm sebanyak 10 bh, Tempat Sampah sebanyak 6 bh, perlengkapan WC, Gantungan Pakaian Kamar Wc sebanyak 4 bh, tidak diselesaikan hingga jangka waktu sampai dengan diserahkannya dokumen pekerjaan kepada pihak Owner selaku Kuasa Pengguna Anggaran yang di lingkungan Dinas Pendidikan, Jum’at (29/3/19).

Pekerjaan Pembangunan Jamban Siswa dan Guru Beserta Sanitasi senilai Rp 82,814,000.00 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2018 itu dikerjakan secara swakelola oleh Tim Pelaksana Pembangunan Sekolah (P2S). Namun pada pelaksanaannya tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan sehingga hasil pekerjaan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Saat ditemui dan dikonfirmasikan terkait temuan tersebut, Tono selaku Ketua Tim Pelaksana Pembangunan Sekolah mengatakan tidak begitu memahami Rencana Anggaran Biaya (RAB) sehingga jika ada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi dan perencanaan lebih jelasnya silahkan tanyakan langsung kepada Kepala sekolah sebagai penanggungjawab dari proyek pembangunan itu.

“Saya selaku Ketua Tim Pelaksana Pembangunan Sekolah tidak begitu memahami Rencana Anggaran Biaya (RAB) karena sebetulnya pekerjaan saya mengajar siswa bukan melakukan pelaksanaan pembangunan,” ungkap Toni ketika dihubungi disekolah Jum’at (23/3) pukul 10:00 Wib.

Ia menjelaskan, Pekerjaan itu sudah dilakukan serah terima kepada pihak Dinas Pendidikan selaku Kuasa Pengguna Anggaran di lingkungan pendidikan tersebut.

“Pekerjaan Pembangunan Jamban Siswa dan Guru sudah sudah dilakukan serah terima kepada pihak Dinas Pendidikan selaku Kuasa Pengguna Anggaran,” kata Tono.

Lanjut Tono, Kelemahannya dalam membaca RAB, sehingga hasil pekerjaan tidak seperti yang disyaratkan dalam Rencana Kerja atau spesifikasi.

“Kelemahan saya dalam membaca RAB yang menjadi faktor utama pekerjaan tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan,” ujarnya.

Ketua Tim Pelaksana Pembangunan Sekolah itu mengungkapkan, dalam peoses pekerjaan jarang ada kontrol dan pendampingan secara teknis baik dari dinas maupun konsultan pengawas sehingga jalannya pelaksanaan pekerjaan kurang mendapat perhatian.

“Waktu pekerjaan jarang ada kontrol, apalagi pendampingan secara teknis dari dinas maupun konsultan,” tutup Tono.

Sementara itu, Aris Darisman Kepala Sekolah ketika hendak dikonfirmasi, menghindar seolah bungkam dan enggan untuk diwawancarai baik disekolah maupun di kediaman rumahnya, bahkan melalui telepon genggam sulit untuk dihubungi dan lewat pesan WhatsApp tidak kunjung membalas sampai berita dipublikasikan. (Kasman).

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter