BantenPandeglang

Kelompok Tani Sababatur: P3-TGAI adalah Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM)

1.78Kviews

PANDEGLANG, | sorotdesa.com – P3-TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi)  adalah salah satu kegiatan dari Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM), walaupun demikian maksud dan pelaksanaannya untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat Petani Pemakai Air (P3A) dalam kegiatan perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi sesuai dengan kebutuhan dan prinsip kemandirian, Selasa (18/6/2019).

Proyek Pembangunan dari Pemerintah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian Provinsi Banten dari anggaran APBN sebesar Rp 195 juta tahun anggaran 2019, Kegiatan pekerjaan di Desa Sukajadi Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yang dilaksanakan oleh P3-TGAI Sababatur.

Encep Saipul Bahri, Pelaksana (P3-TGAI) mengatakan, Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi merupakan salah satu kegiatan dari Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM).

“Terwujudnya pembangunan irigasi berbasis masyarakat berlandaskan gotong royong dengan memperhatikan dan mempertimbangkan masalah dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian, maka visi Kelompok Tani P3-TGAI Sababatur adalah terwujudnya kedaulatan pangan petani,” jelasnya.

Selain itu kegiatan P3-TGAI ini juga merupakan program padat karya tunai, manfaat untuk masyarakat diperdesaan cukup besar karena dapat menambah penghasilan dari hasil pertanian dimasyarakat sehingga diharapkan daya beli masyarakat juga semakin meningkat menurut Pelaksana Kelompok Tani P3-TGAI Sababatur di Desa Sukajadi Kecamatan Cibaliung E. Saipul Bahri, pada selasa siang sekitar pukul 01:00 Wib.

“Dengan anggaran sebesar Rp. 195 Juta lebih tujuannya adalah untuk peningkatan dan pemeliharaan saluran irigasi tersebut sehingga dapat digunakan untuk melakukan rehabilitasi jaringan irigasi ataupun peningkatan jaringan irigasi untuk meningkatkan kinerja irigasi tersebut termasuk juga pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Baca juga : Pelaksana P3-TGAI Maju Jaya; Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi Menumbuhkan Partisipasi Masyarakat Guna Kesejahteraan Petani

Lanjut E. Saipul Bahri bahwa dalam pelaksanaan pembangunannya melibatkan langsung P3A. dan pelaksanaannya kegiatan P3-TGAI didampingi oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM).

“Tenaga Pendamping Masyarakat(TPM) yang dibutuhkan dalam membantu kelompok untuk merencanakan, melaksanakan, menata dan mengevaluasi capaian kegiatan yang bersangkutan,” tuturnya.

Ia menambahkan dalam kerangka pengembangan P3-TGAI berbasis masyarakat TPM adalah seseorang yang ditugaskan untuk menfasilitasi dan menjadi inisiasi proses pemberdayaan dan pengembangan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang merupakan salah satu kegiatan dari Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat.

“TPM sebagai fasilitator, oleh sebab itu, seorang fasilitator dituntut untuk memahami tentang berbagai dimensi dan prinsip-prinsip yang melandasi konsep pengembangan dan progress tahapan pelaksanaan pembangunan dalam kegiatan perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya.

Harapannya bahwa, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) memiliki kemampuan dalam pengelolaan kelembagaan masyarakat/petani. Sehingga dianggap mempunyai pengalaman di bidang pemberdayaan, bidang pengelolaan irigasi, pertanian, dan pembangunan perdesaan.

“Tenaga Pendamping Masyarakat harus yang bermutu, berkualitas dan profesional dalam melakukan tugasnya di lapangan dapat meningkatkan partisipasi petani dalam perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi karena di kerjakan oleh Himpunan Petani Pemakai Air, Perkumpulan Petani Pemakai Air(P3A) setempat yang sumber daya manusianya terbatas,” pungkasnya.

(Kasman)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter