Tangerang

Kapolresta Tangerang Perintahkan Razia Debt Collector

0views

Tangerangsorotdesa.com, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif, memerintahkan jajarannya untuk merazia tempat-tempat yang biasa dijadikan lokasi berkumpul Debt Collector. Perintah itu dikeluarkan setelah polisi menangkap seorang debt collector berinisial KSN alias Pepen (34) pada (1/10/18) lalu.

“Para pelaku mencegat korban dan memaksa merampas motor korban. Salah satu pelaku bahkan mencekik leher korban sehingga korban menyerahkan sepeda motornya. Korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke kepolisian,” ungkap Kapolres.

“Bahwa merampas sepeda motor di jalanan tidak dapat dibenarkan, apalagi menggunakan intimidasi dan kekerasan,” kata Kapolres saat mengekspos kasus tersebut, Rabu (10/10/12). Kapolres juga menjelaskan kronologisnya , pada 29 Juli 2018, KSN bersama ketiga rekannya yakni BRM, KDR, dan GRB merampas sepeda motor milik Suandi (37). Motor milik Suandi, kata Kapolres, dirampas di pinggir jalan di wilayah Kronjo.Kapolres mengatakan, persoalan kredit macet tidak dapat dijadikan alasan pembenar untuk merampas motor apalagi dengan kekerasan. Hal itu, kata Kapolres, harus diselesaikan melalui mekanisme hukum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.Dilanjutkan Kapolres, UU Jaminan Fiducia memberikan jaminan kepada debitur dan kreditur (leasing) dalam proses eksekusi atau penarikan kendaraan yang mengalami kredit macet.

Tanpa adanya sertifikat fidusia, kata Kapolres, debt collector tidak boleh melakukan eksekusi di jalan karena berpotensi menimbulkan pidana. Menurut Kapolres, mekanisme proses eksekusi adalah pihak leasing harus memberikan surat peringatan 1 hingga 3 kepada debitur yang mengalami kredit macet setelah tiga bulan lamanya. Setelah memberikan SP1 hingga SP3, lanjut Kapolres, kreditur melalui tenaga jasa penagihan berhak melakukan eksekusi kepada debitur dengan syarat membawa sertifikat fidusia dan surat kuasa dari perusahaan pembiayaan.

“Yang terpenting tetap santun, beretika, dan tidak di jalan. Bila syarat hukum itu terpenuhi, pemegang kendaraan wajib menyerahkannya,” tuturnya. Sertifikat fiducia memberikan proteksi kepada pihak leasing. Sebab, tanpa adanya sertifikat fiducia perusahaan pembiayaan harus melalui mekanisme pengadilan ketika hendak melakukan eksekusi. Mulai sekarang kepada masyarakat yang selaku pemegang kendaraan bisa menanyakan kepada debt collector mana Fiducianya bila tidak ada, debt collector tidak bisa menarik atau merampas kendaraan tersebut, kalau mereka tetap memaksa juga maka laporkan kepada pihak kepolisian,” pungkas Kapolres.( yan )

Facebook Comments