BantenPandeglang

Ini Salah Satu Warga Miskin Di Mandalawangi Yang Belum Rasakan Bantuan Pemerintah

8.69Kviews

Pandeglang, sorotdesa.com- Ditengah-tengah semangatnya pemerintah pusat untuk mengentaskan kemiskinan membantu para fakir miskin Indonesia, disisi lain oknum pemerintah daerah selalu memanfatkan program-program yang digulirkan pemerintah pusat.

Diketahui pemerintah pusat sedang gencar membuat terobosan guna memperbaiki kehidupan rakyatnya yang sangat membutuhkan bantuan negara. Sesuai dengan UUD 1945, setiap warga negara berhak mendapatkan penghidupan yang layak.

Pemerintah pusat akhirnya membuat regulasi yang dapat menunjang berjalannya program yang akan langsung menyentuh pada rakyatnya.

Di kabupaten pandeglang ternyata data kemiskinan semakin bertambah semula 34 persen ditahun 2020 mencapai 54 persen.

Banyak bermunculan persoalan yang berkenaan dengan tekhnis dan realisasi program kesosialan. Masih ada warga Kp Ramea pasir RT 04/02 Desa Cikumbuen Kecamatan Mandalawangi yang belum merasakan bantuan program rumah tidak layak huni (RTLH)

Armah (35) warga desa cikumbuen, yang selama ini bekerja serabutan tidak mampu untuk memperbaiki rumahnya yang rusak, untuk biaya hidup saja ia sulit.

Dikatakan Armah, sudah ada beberapa yang datang dan meminta kelangkapan kependudukan ke saya tapi, hingga saat ini belum ada tembusan lagi
Sudah beberapa tahun kebelakang hingga sampai kini saya masih nunggu hasilnya, akan tetapi buktinya sekarang tidak ada, padahal tetangga saya dapat bantuan dari program rumah, ujar Armah

Semenjak lurah (kepala desa) yang lama sampai yang ini juga belum ada tembusan ke saya, padahal semua persyaratannya sudah saya berikan. Saya pengen sekali rumah saya bisa layak huni seperti rumah-rumah yang lain, pungkasnya

Ditempat terpisah, Pandi (52) salah satu warga menuturkan, betul bu Armah itu sudah mendaftar bedah rumah tapi sampai kini belum terjadi atau belum ada kegiatan rehab untuk rumah beiau

Diketahui Bu Armah ini kalau tidak salah program yang lain ia dapat hanya program RTLH kenapa Bu Armah ini tidak dapat, padahal yang kami lihat rumahnya pun sangat memperihatinkan dan tidak layak untuk dihuni, ujar Pandi

Belum lama ini kami lakukan pemasangan penerangan pada rumahnya, pemasangan listrik pun karena tidak ada program kami membantu dengan semampunya dan akhirnya listrik bisa menyala di rumah Bu Armah, pungkas Pandi saat ditemui awak media sorotdesa.com (19/02/20)

Maman (35) salah satu warga lainnya mengatakan, kami tak habis pikir kenapa ya jelas-jelas terlihat rumah Armah ini tidak layak huni tapi tidak dapat bantuan program yang digulirkan oleh pemerintah. Ini kan aneh, padahal banyak program pemerintah yang di peruntukannya untuk orang-orang yang betul-betul membutuhkan, imbuhnya

Hingga berita ini diturunkan pihak terkait desa masih belum memberikan keterangannya. (Team)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter