BantenLebak

Gunung Liman Dirusak, WAMMBY: Usut Tuntas dan Jerat Pelaku Pengrusakan Hutan

240views

LEBAK,- Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) telah ditetapkan sebagai salah satu taman nasional di Indonesia, dari proses penunjukkan taman nasional dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 282/Kpts-II /1992 tanggal 28 Pebruari 1992 dengan luas 40.000 Hektar.

Hal ini resmi ditetapkan pada tanggal 23 Maret 1997 sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Departemen Kehutanan (UPT BTNGH). Tahun 2003 kawasan gunung Halimun ditambah area dengan memasukkan status hutan produksi terbatas dan hutan lindung yang dikelola Perum Perhutani diubah fungsinya menjadi hutan konservasi, dimasukkan ke dalam satu kesatuan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) melalui SK Menteri Kehutanan Nomor: 175/Kpts-II/2003 dengan luas total ± 113.357 ha pada tanggal 10 Juni 2003.

Baru-baru ini di Lebak Banten sudah viral adanya perusakan oleh penambang liar di Gunung Liman Kecamatan Cirinten Kabupaten Lebak termasuk dalam kawasan wilayah hutan Wewengkon adat Kasepuhan Cibarani yang juga termasuk ke dalam Hutan Larangan adat Baduy menjadi sorotan para aktivis lingkungan.

H Kasmin, S.AP Ketua Wadah Musyawarah Masyarakat Baduy (WAMMBY), mengatakan sangat prihatin melihat adanya penambang ilegal yang terus berusaha merusak kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun.

“Jika semua pihak tidak punya kepedulian untuk menjaga, maka akan berdampak terjadinya bencana alam yang serius. Maka dari itu saya berharap masyarakat sekitar juga ikut bersama-sama dalam menjaga kelestarian Alam,” katanya Minggu, (25/04/2021).

Tokoh Lebak yang lahir di Baduy ini menegaskann hal tersebut seharusnya untuk upaya melindungi dan menjaga kelestarian terhadap Taman Nasional tersebut bukan hanya dilakukan oleh masyarakat Baduy yang memang punya filosofi dan petuah leluhur yang sudah menjadi kewajiban melindungi Alam yang berbunyi “Gunung Ulah Dilebur, Lebak Ulah Diruksak”

“Mestinya dalam upaya perlindungan Kawasan Taman Nasional ini
juga harus menjadi perhatian semua stakeholder dan pemerintah harus lebih aktif memantau dan memberikan pemahaman bahwa kawasan yang dilindungi tersebut, memiliki dasar hukum yang bisa menjerat pelaku perusakan alam di wilayah tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dan yang lebih penting lagi memberikan pemahaman bahwa rusaknya wilayah cathment area.

“Jika dibiarkan ini akan berdampak merugikan semua masyarakat seperti bencana besar yang akan merusak kehidupan lingkungan hingga ke hilir seperti ibu kota Banten, Jakarta dan Alhamdulilah pihak kepolisian sudah bertindak cepat menangkap beberapa para penambang ilegal di Lebak,” tegas Kasmin.

Bukan hanya itu kata dia, juga perlu didalami siapa saja yang terlibat dalam proses penambangan ilegal tersebut usut tuntas siapa orang-orang yang terlibat didalamnya.

“Sehingga merasa berani masuk dan menambang di lokasi konservasi Alam tersebut, hal ini penting untuk diungkap karena akan menjadi perhatian agar hal ini tidak terulang kembali,” pungkas Kasmin. (JS/SN)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter