BantenKabupaten TangerangKejadianSorot DesaTangerang

Gara Gara Tawuran Satu Nyawa Melayang di Tigaraksa Kabupaten Tangerang

3views

TANGERANG | sorotdesa.com – Kapolresta tangerang bersama Kapolsek Tigaraksa Gelar Press Conference tawuran pelajar yang menewaskan 1 orang meninggal yang terjadi di kawasan Industri Olek desa pasir bolang kecamatan tigaraksa kabupaten tangerang, pada 28 Nopember 2019 lalu. Kejadian tersebut di wilayah hukum Polsek Tigaraksa, Polresta Tangerang. Selasa (03/12/2019)

Kapolresta Tangerang, Ade Ary Syam Indradi Saat Press Conference di dampingi Kapolsek Tigaraksa AKP David Candra Babega, kasat Reskrim Gogo Galesung, Kodim 0510 tigaraksa yang di wakili Koramil 06 Tigaraksa Ramdan, Kabid disdik SMP Fahrudin, MUI, Komite orang tua Sekolah SMK Pembangunan dan SMP 1 Tigaraksa serta tokoh masyarakat.

Ade Ary Syam Indradi selaku Kapolrta tangerang menyampaikan “Bela sungkawa dan turut berduka yang sedalam dalamnya, dan keperihatinan yang dalam kasus terhadap kasus tawuran tersebut, kasus yang berawal berbalas chating dimedia sosial, Korban berkomunikasi dengan kelompok pelaku, dengan ejek ejekan yang akhirnya bersepakat melakukan perkelahian ditanggal 28 November 2019 kemarin,” jelasya.

Lanjut Ade ary, “Dalam kesepakatan tersebut di dukung oleh masing-masing kelompok korban dengan bantuan yang lebih sedikit dan masing-masing membawa senjata tajam, seperti Bambu, Kayu, Stik Golf, Crurit, setelah terjadi perkelahian karna kelompok korban lebih sedikit yang akhirnya mundur namun korban OP 17 tahun warga kp kadongdong desa pasir Nangka kecamatan tigaraksa. ketinggalan dan menjadi sasaran,” ungkap kapolres.

Lanjut Kapolres “Korban OP mengalami luka yang cukup dalam di punggung belakang, perut dan urat nadi yang putus akhirnya korban meninggal dunia, dengan kejadian tersebut di tetapkan 10 orang tersangka 9 pelaku berusia 15-16 tahun dan 1 berusia 19 tahun dengan status anak berhadapan dengan hukum,” lanjutnya.

“Tersangka melakukan kekerasan secara bersama sama terhadap anak yang menyebabkan korban meninggal dunia, Ke 10 tersangka tersebut dikenakan pasal 80 ayat 3 Undang undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan perempuan dan anak,” tegasnya.

Pelaku, KP 16 th alamat perum Tri Raksa, HS 15 th alamat perum mustika tigaraksa. DD 15 th Alamat sodong tigaraksa. AH 15 th alamat pabuaran tigaraksa. SZ 15 th alamat pabuaran tigaraksa. MRO 16 th alamat Cisoka. AR 17 th alamat perum mustika tigaraksa. RH 15 th alamat perum mustika tigaraksa. S 15 th alamat Sodong tigaraksa. YOR 19 th alamat Sukamulya Cikupa.

Dengan barang bukti yang disita 4 bilah clurit. 1 batang bambu. 2 Batang Kayu. 1 buah Stik Golf . 1 buah kaos warna putih ada bercak darah. 1 buah kaos garis bernoda darah.

Wawancara awak media dengan Kapolsek Tigaraksa, Akp David Candra Babega, “Darurat tawuran pelajar yang di sampaikan oleh Kapolresta tangerang, Untuk antisipasi di wilayah hukum Polsek tigaraksa Papar David, kepada awak media, Sudah dilaksanakanya Press Comperence oleh bpk kapolresta tangerng Akbp Ade Ary Syam Indradi, kasad reskrim, kasad bimas, dari pihak unsur dinas pendidikan, para kepala sekolah, MUI, komite, tokoh masyarakat dan lain lain,” ucapnya.

Masih kata David press release peristiwa pelajar yang terjadi di kawasan Olek desa pasir bolang, adapun pelaku dan korban dari Siswa SMP -SMK, korban yang berinesial O, 15 th meninggal dunia akibat tawuran pada hari kamis 28 Nopember 2019 kemarin kejadian tersebut sekitar jam 16:30 Wib.yang menyebabkan meninggalnya salah satu siswa SMP di kecamatan tigaraksa.

Sebanyak 10 tersangka telah ditetapkan dengan Undan-Undang Perlindungan Anak pasal 80 ayat 3 dengan pasal pidana 170 KUHP.

David pun menambahkan “Sebenarnya sudah rutin di lakukan pembinaan pada sekolah sekolah khususnya pada hari senin untuk bisa di ambil apel pada seluruh siswa kita kordinasi dengan sekolah sekolah terutama Babinkantibmas beserta Babinsa dari polsek semua kanit itu sudah melaksanakan pembinaan kepada seluruh pelajar khususnya di kecamatan tigaraksa selaku Kapolsek turun langsung ke sekolah,” ungkapnya.

Kapolsek Tigaraksa Akp David Candra Babega berpesan, “Untuk mengutamakan akhlak oleh guru khususnya kepada murid muridnya, tidak hanya mengajar untuk mencapai nilai 100% , minimal ahlak yang harus di kedepankan, perbuatan pendidikan tidak kalah penting pembinaan orang tua terhadap anak,” jelasnya.

(Idr)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter