BantenPandeglang

Gara-gara SOP Covid-19, Bocah 4 Tahun Di Labuan Meninggal Disebabkan DBD

5.56Kviews

Pandeglang,Banten|SOROTDESA.COM- Ditengah pandemi Virus Corona, yang telah menguras seluruh energi anak bangsa, dimana pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin memangkas penyebaran Covid-19, lewat sosial dan psyichal distancing, rajin cuci tangan, memakai masker, PSSB, melarang mudik, juga pergeseran anggaran untuk penanganan Covid-19 ini.

Ironis, warga Kp. Muncang RT 001/009 Desa Labuan Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang pasien Restu Ramadhan bin Teguh Pendirian bocah 4 tahun diduga mengidap DBD harus hilang nyawanya diakbitkan oleh kurangtanggapnya para medis yang ada di PKM labuan, pada Minggu (26/4/2020).

Agus Heriyadi sang Paman mengatakan saat dihubungi melalui WhatsApp, Gara-Gara Corona banyak orang yang sakit lalu meninggal karena DBD, semua yang berobat panas SOP nya Corona. Pasien panas yang berobat disuruh pulang lagi disarankan dirawat dirumah saja.

Lanjut Agus, Sakit panas sudah tiga hari kemudian berobat ke dokter atau bidan manapun ditolak jangan ke puskesmas karena puskesmas sedang banyak virus tidak steril katanya. Akhirnya pasien disuruh istirahat di rumah dan dirawat dirumah. Padahal pasien DBD harus cepat mendapatkan penanganan. Begitu sudah kritis baru ke puskesmas dirujuk ke klinik swasta. Ternyata penanganan DBD telat dan akhirnya pasien meninggal di ruang IGD.

“Medis ditingkat dokter praktek, bidan praktek pada tidak mau menangani. Dan melarang ke puskesmas dengan dalih di puskesmas tidak steril katanya. Cuma suruh bawa pulang lagi aja. Tanpa diperiksa sedikit pun. Sebelumnya pasien pernh ke PKM labuan dengan keluhan panas. Dikasih obat, pulang. Lalu tadi siang dengan kondisi kritis ke PKM lagi, disuruh cek darah ke Al-Furqon. Dengan alasan ini hari Minggu petugas Lab tidak ada. Di IGD Al-Furqon disalahkan kenapa baru dibawa kesini saat sudah kritis begini. Lalu saat itu juga meninggal di IGD ALfurqon. Jam 11.00 wib siang tadi,” Pungkas Agus

Menanggapi peristiwa yang terjadi Ketua PC GP Ansor Pandeglang, Lukmanul Hakim menyatakan “Kita juga dihadapkan pada Penyakit tahunan yang bernama DBD (Demam Berdarah Dengue) yang penularannya oleh nyamuk aedes aegypti. Gejala-gejala DBD yang hampir mirip dengan Corona terutama dalam hal demam tubuh, ini menjadi kendala juga tentunya dalam hal penanganan.

Karena setiap orang yang demam otomatis SOP yang diterapkan adalah SOP Covid-19.

Padahal kita tahu bahwa DBD dan Covid-19 penanganannya tentu berbeda. Dimana DBD harus secepatnya ditangani supaya tidak lagi berjatuhan Korban jiwa,” ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya, (26/4/2020)

Dikatakan Lukman Beberapa hari ini kita dengar Korban meninggal dunia akibat DBD, karena standar penanganannya menggunakan Covid-19, tentu saja ini berdampak buruk bagi pasien DBD, karena akan mengalami lambat penanganan dan kita tau bersama, ajal akan segera menjemput.

Tanpa Mengesampingkan Peran yang Luar Biasa dari seluruh Tenaga Medis, sebagai pejuang Kemanusiaan dalam memerangi Covid-19. Penyakit DBD juga mohon kiranya di perhatikan tentunya dengan penanganan yang berbeda.” Pungkas Lukman (Ucu SN)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter