BantenPandeglang

E-Waroong di Desa Sinarjaya Diduga Lakukan Kecurangan Dalam Penyaluran Program Bantuan Sosial

1.01Kviews

Pandeglang|SOROTDESA.COM- Agen penyalur program sembako di desa Sinarjaya di duga kuat sudah lakukan kecurangan dan tidak mengikuti prinsip 6T, (tepat sasaran, tepat kulitas, tepat jumlah, tepat harga, tepat waku dan tepat administrasi).

Hasil investigasi dan konfirmasi dilapangan awak media sorotdesa.com (20/5) kepada pemilik Agen terkait dengan kurangnya dari salah satu jumlah komoditi yakni telor yang setiap pembagian harusnya diterima oleh KPM sebanyak 1 kg dengan jumlah 15 butir telor, namun kenyataannya hanya 14 butir yang diterima oleh KPM. Seperti yang dilakukan oleh agen Mahpudin yang berlokasi di desa Sinarjaya kecamatan Mandalawangi kabupaten Pandeglang.

Lebih anehnya lagi setiap para KPM yang akan menggesek ATM unuk mengamil sembako harus membayar sebesar Rp 5000 rupiah dan itu di benarkan oleh beberapa orang KPM yang namanya enggan di tulis.

Eli (nama samaran) ia menjelaskan ketika diminta keterangan awak media sorotdesa.com “Benar namun katanya untuk memberi orang yang membantu-bantu yang kerja di agen,” ungkapnya

Ditempat berbeda tepatnya di Agen Mahpudin pemilik agen menolak kalau dirinya di sebut mengarahkan kepada KPM unuk membayar kepada agen.

Menurut Mahpudin itu sudah biasa yang sudah di lakukan oleh kades terdahulu, dan kalau soal telur itulah yang menjadi bingung buat saya karna itu saya di minta oleh orang desa namun ketika di tanya lebih lanjut siapa orang itu mahpudin mengatakan dengan jelas menyebutkan nama sandi,” pungkasnya

Pendamping BPNT Kecamatan Mandalawangi Ucu Ridwan saat ditemui awak media sorotdesa.com dikediamannya mengatakan, dirinya sudah melakukan komunikasi dengan semua para Agen yang berada di wilayah Mandalawangi, bahkan dirinya selalu mengadakan evaluasi dan laporan pasca penyaluran program bantuan sosial pemerintah.

“Sebagai pendamping saya selalu lakukan komunikasi dengan para Agen hingga pasca penyaluran program bantuan sosial berakhir pun kita selalu adakan evaluasi dan pelaporan,” ungkapnya

Adapun komoditi, lanjutnya, sebelum di salurkan kepada para KPM saya sudah berikan himbauan dan arahan kepada para agen untuk mengecek kembali apa yang di distribusikan oleh supplier, apakah sesuai tidak dengan pesanan yang diminta oleh para agen dan KPM,” tandasnya

Disinggung soal adanya kekurangan dan pemotongan, pendamping BPNT Ucu Ridwan mengaku sama sekali tidak tahu, karena sejak awal dirinya selalu memberikan peringatan kepada para agen khususnya di wilayah Mandalawangi untuk tidak membuat berat apalagi merugikan KPM,” pungkasnya (Edi/SN)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter