BantenSerang

Dugaan Korupsi Dindik dan Progres Kasus, ALIPP Sambangi Kejati Banten

290views

SERANG,- Direktur Eksekutif Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (ALIPP) kembali datangi Kejati Banten, kedatangannya melaporkan kasus korupsi dinas pendidikan (Dindik) dan memastikan progres kasus yang tengah ditangani oleh kejaksaan tinggi (Kejati) Banten.

Adanya dugaan kasus korupsi pada proyek pengadaan HP Tablet di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang dan Lebak.

Dugaan mark up harga itu terjadi di lingkungan Kantor Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten wilayah Lebak, dan lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang.

Direktur Eksekutif ALIPP Uday Suhada menduga adanya penggelembungan harga pada pengadaan HP Tablet di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Banten Kantor Cabang Dinas wilayah Kabupaten Lebak untuk SMA/SMK/SKh senilai Rp 15,9 milyar.

“Untuk Pengadaan HP Tablet di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang itu jumlahnya sekitar 8.366 unit. 4837 unit untuk SD, 3529 untuk SMP. Kemudian Pengadaan 3.259 unit HP Tablet untuk SMP se Pandeglang senilai Rp 8.132.000.000,- Ketiga pengadaan 4.837 unit HP Tablet untuk SD se Pandeglang senilai Rp 15.932.000.000,-,” ucapnya

Uday mengungkap dugaan korupsi terjadi pada proyek pengadaan HP Tablet untuk SMA/SMK di Kabupaten Lebak itu senilai Rp 8,5 miliar, sedangkan proyek pengadaan HP Tablet di Pandeglang senilai Rp 24 miliar, rinciannya untuk SMP senilai Rp 8,1 miliar dan SD di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang senilai Rp 15,9 miliar.

Uday yang didampingi Uid Muftiwidya sebagai saksi Pelapor memperkirakan kerugian keuangan negara dari proyek itu sebagai berikut, 1. Pengadaan HP Tablet untuk SMA/SMK/SKh di Lebak sebesar Rp. 1 milyar, 2. Pengadaan HP Tablet untuk SMP dan SD di Pandeglang diperkirakan sebesar Rp.3,2 milyar.

“Modusnya penggelembungan anggaran. Secara normatif memang sesuai spek, tapi kualitasnya jauh berbeda. Standar merk Samsung, pengadaanya dimonopoli produk Cina, seperti Axio, Samyong, Sambio. Selisih harganya kisaran 400ribu hingga 600rb per unit.” Ungkap Uday di Kejati Banten, Kota Serang, Senin (12/10/2020)

Hasil investigasi yang dilakukan, merk HP Tablet murahan itu kini sudah sekitar 40% rusak.

Adapun para pihak yang patut diduga terlibat dalam penggelembungan harga atas proyek pengadaan HP Tablet antara lain Kepala KCD Dindik Provinsi Banten wilayah Lebak, Kadis Pendidikan Kabupaten Pandeglang, Kasi SD Dindik Pandeglang, Ketua Majelis Musyawarah Kepala Sekolah (M2KS) Pandeglang dan Pihak Penyedia Barang.

Di samping melaporkan kasus baru, ALIPP juga membahas beberapa perkara yang saat ini ditangani oleh kejaksaan tinggi (Kejati) Banten, diantaranya, 1. Lahan Sport Center, 2. Pengadaan Genset RSUD Banten, 3. Pematangan Lahan untuk pembangunan Rumah Sakit Jiwa Banten.

Uday mendukung penuh untuk penanganan kasus-kasus tersebut. Kejati tidak boleh ragu, jangan tebang pilih. Siapapun yang memangsa uang rakyat, wajib diperlakukan sama di muka hukum.

Kedatangan Uday bersama saksi pelapor, Uid Muftiwidya diterima oleh Kepala Seksi E Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Banten, Sukesto, yang didampingi Jejen dan Hasan. (SN)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter