BantenInfrastrukturPandeglang

Ditengah Rusaknya Infrastruktur Jalan Tak Surutkan Niat Seorang Guru Untuk Mencerdaskan Anak Bangsa

259views

PANDEGLANG,- Tidak menyurutkan semangat dan langkah untuk mengabdi kepada masyarakat bangsa dan negara sebagai cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa walaupun situasi di lapangan menyulitkan untuk pergi mengajar ke sekolah tempatnya mendidik siswa dan siswi yang dicintainya.

Jaenudin (50) seorang guru di Kecamatan Sobang yang aktivitasnya memprihatinkan. Hal tersebut dikarenakan jalan lintas kabupaten di Kecamatan Sobang rusak parah tepatnya jalan tersebut berada di lokasi Kampung Cilatak Desa Kutamekar Kecamatan Sobang Kabupaten Pandeglang Banten.

Jalan tersebut diduga rusak dan parah karena seringnya dilalui kendaraan pengangkut kayu, sehingga menyebabkan masyarakat sekitar termasuk seorang guru yang akan mengajar mengalami kesulitan disebabkan disepanjang ruas jalan 5 KM rusak parah.

Jaenudin yang kesehariaanya mengajar di sekolah. Ia tidak bisa menggunakan kendaraan sebab Medan atau jalan menuju lokasi mengajarnya sulit parahnya kondisi jalan licin berlumpur sehingga ia rela membuka sepatunya diganti dengan sepatu bot dan jalan kaki sepanjang 2 KM dari rumah ke sekolah tempat ia mengajar.

Ia berharap kepada pemerintah atau instansi terkait untuk segera memperhatikannya berharap memudahkan akses untuk kegiatan mengajar dan akibat dampak seperti ini warga sekitar benar-benar mengeluhkan akan kondisi ini.

“Harapan kami kepada pihak terkait mohon untuk diperhatikan biar masyarakat sekitar nyaman dan mudah dalam segala urusan, bukan saya saja yang seperti ini tapi semua masyarakat disekitar kampung mengalami kesulitan dan benar-benar mengeluhkan infrastruktur jalan,” terangnya Rabu (2/12/2020).

Ditempat terpisah Iwan Gaib (Ketua DPPAC Pandeglang Banten) membenarkan kondisi jalan tersebut memprihatinkan.

“Sebenarnya dari pihak Perum ataupun pemerintah, dinas terkait sepertinya harus memperhatikan karena sepanjang ruas jalan tersebut banyak berlalu lalangnya kendaraan berat, walaupun itu pengguna angkutan datangnya dari perum aja tapi itu melintasi perkampungan. Jadi mohon diperhatikan untuk kepentingan umum jangan seenaknya karena dampaknya ke masyarakat,” ungkap Iwan.

Ia menegaskan bahwa jalan seperti kubang lubang buaya ini dilalui mobil-mobil pengangkutan kayu jati Perum.

“Karena jalan Cilatak ini tembusnya ke Perum sehingga kendaraan angkutan kayu jati berlalu lalang hingga ruas jalan seperti lubang buaya, kami meminta pihak terkait untuk segera ditindaklanjuti jalan ini supaya masyarakat pengguna jalan bisa normal kembali menggunakan kendaraan tidak ada hambatan,” tegasnya

(Jaka Somantri)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter