BantenPandeglang

Diduga Uang BST Pusat Digelapkan Oknum Perangkat Desa Citeureup

713views

Pandeglang|SOROTDESA.COM-
Berawal adanya informasi dari seorang warga Kp. Cangkudu desa Citeureup kecamatan Panimbang kabupaten Pandeglang provinsi Banten, adanya pengumuman dari pihak RT setempat mengenai yang belum mendapatkan bantuan sosial. 

Kepada awak media sorotdesa.com masyarakat tersebut mengeluhkan bahwa 
adanya Pengumuman dari pihak RT 02/05 kepada warga yang belum mendapat bantuan baik Perogram BPNT atau Program PKH dan Program Jamsosratu di suruh mendatangi Sekdes di kediamannya dengan membawa peryaratan KTP dan Kartu Keluarga, himbau pak RT pada masyarakatnya,” kata seorang warga Saomah pada awak media, Sabtu (05/07/2020).

Warga lainnya, Atri (55) pada Jumat 22/5/2020 disuruh mendatangi kediaman pak Sekdes untuk pengambilan uang bantuan sosial tunai (BST) kata pak RT, setelah mendapatkan pengumuman tersebut saya dan warga yang lain yang belum mendapatakn program apapun langsung mendatangi kediaman Sekdes, setelah kami berada di rumahnya, kami di foto dengan memegang KTP dan Kartu Keluarga serta selembar surat yang ada barcodenya, dan berikut uang sebesar Rp 600 ribu, tetapi uang yang di foto itu di ambil kembali oleh Sekdes dengan alasan itu uang pribadi saya (sekdes-red),” ungkapnya menirukan ucapan Sekdes.

Masih dikatakan Atri “Iya memang benar begitu dan saya mempertanyakan kemana dan buat apa foto itu, apa buat pernyataan bahwa kami telah mendapatkan uang tersebut atau bagaimana, apa kami harus demo,” tuturnya dengan nada kesal

Saat dikonfirmasi ketua RT Irin (45) membenarkan “Iya saya yang mengumumkan kepada warga untuk pengambilan uang BST Pusat di kediaman pak Sekdes,” ucapnya.

Rudi selaku sekdes desa Citeureup saat dikonfirmasi tidak ada di kediamannya, ternyata ada informasi dari masyarakat Sekdes sedang mengumpulkan warga di kediaman pak Kasda warga sekitar rumah kediamannya.

Ditempat terpisah, Rudi sebagai sekdes desa Citeureup ia berdalih keawak media saat dikonfirmasi “Iya memang begitu tapi itu buat pengajuan ke Kemensos, bahkan saya udah mencoba ke POS untuk pengambilan tidak bisa di karenakan NIK KTP tidak valid dengan barcode,” ucapnya.

“Iya pak itu sudah kami ajukan ke pak Camat Panimbang biar masyarakat kami mendapatkannya soalnya saya juga merasa kasihan sama masyarakat saya pak.” Ujarnya.

Atas dasar ucapan Rudi selaku Sekdes Citeureup yang mengatakan kepada awak media bahwa pencairan Bansos sebanyak 17 KPM tidak bisa dicairkan karena ada perbedaan dengan NIK KTP dengan NIK KTP yang tertera di surat tanda terima bantuan yang ada barcode-Nya tersebut, kami melakukan konfirmasi kepada kantor Pos Panimbang.

Menurut keterangan yang berhasil kami himpun dari Yadi (30) sebagai pegawai POS unit Panimbang saat di komfirmasi menyatakan “Bahwa pencairan BST Pusat desa Citeureup sudah cair semuanya bahkan ada juga yang di wakilkan, akan tetapi yang memakai di sertai foto copy KTP beserta Surat Pernyataan dari desa Citeureup kami cairkan juga pak, dikarenakan kami berani mencairkan hal tesebut itu ada surat kuasa beserta stempel Desa,” ucapnya.

Hingga berita inti diturunkan, kepala desa Citeureup sulit sekali untuk di mintai keterangan dan ditemui. (Team)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter