BantenPandeglang

Diduga Tidak Mengacu Kepada Teknik Yang Benar, Peningkatan Jalan Poros Desa Pelaksana CV. Bagas Karya Pratama Disoal

242views

PANDEGLANG, | sorotdesa.com – Pelaksanaan Kegiatan Peningkatan Jalan Poros Desa dan Lingkungan Perkotaan, Drainase dan Gorong – gorong di desa Kertaraharja Kecamatan Sobang Kabupaten Pandeglang diduga tidak mengacu kepada teknik bangunan yang benar sesuai dengan gambar yang termuat dalam bestek. Pasalnya, Bahwa pekerjaan perkerasan jalan yang dilaksanakan oleh CV. Bagas Karya Pratama tidak memperhitungkan secara benar dalam kontruksinya, Kamis (4/7/2019).

Dari hasil pantauan sorotdesa.com dilapangan telah ditemukan kejanggalan dari pekerjaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Pandeglang, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP-KP) sebesar Rp 99.088.000,- Tahun Anggaran 2019 Nomor 600/21/SPK-KONST/PJPDLP/DPKPP-KP/2019, dan pekerjaan tersebut terlihat asal – asalan diantaranya, untuk badan jalan awal yang biasanya menggunakan pasir tidak ada dalam pelaksanaannya, pemasangan batu onderlah tidak terpasang secara tersusun rapih, pasangan onderlah bagian atas diduga tidak menggunakan batu sekrop, dan batu sekrining.

Selain itu, Pekerjaan yang dilaksanakan CV. Bagas Karya Pratama untuk berem badan jalan tidak dilakukan penggalian yang berfungsi sebagai pengunci badan jalan, sudah jelas bahwa pekerjaan pengerasan jalan keluar dari aturan secara tehniknya.

Menanggapi hal tersebut, Heri Ruswandi Ketua Gerakan Indonesia Bersatu (GIB) Provinsi Banten, saat diwawancarai mengatakan, pelaksana yang telah ditunjuk oleh pemilik proyek dan menandatangani kontrak untuk melaksanakan pekerjaan dalam pelaksanaannya mengerjakan asal jadi.

“Ini merupan pekerjaan mencari keuntungan pribadi, tidak mengkedepankan kualitas dan kuantitas. Cv. Bagas Karya Pratama harus bertanggungjawab dan jangan membuat pengerasan jln asal jadi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pelaksana harus mengulang kembali pekerjaannya agar sesuai dengan harapan sehingga kualitas dari pembangunan tersebut maksimal.

“Agar dapat dimanfaatkan untuk jangka panjang, maka pihak pelaksana harus mengulang kembali pekerjaannya demi terciptanya pembangunan yang mengedepankan kualitas dan mutu sesuai dengan harapan,” tuturnya

Lanjut Heri Ruswandi, pelaksana proyek perlu menyesuaikan dengan rencana yang termuat dalam gambar bistek, dan jangan mengerjakan proyek semaunya tanpa melihat gambar yang sudah direncanakan,” katanya.

Masih dikatakannya bahwa, dalam pelaksanaannya seharusnya untuk badan jalan awal harus menggunakan pasir, Pasangan batu onderlah terpasang secara tersusun rapih, Bahwa pasangan onderlah bagian atas menggunakan batu sekrop, dan di tambah batu sekrining, selanjutnya dilakukan stum wales, tetapi fakta yang terjadi pekerjaan Cv. Bagas Karya Pratama dari hasil yang terlihat pekerjaannya tidak sesuai dengan aturan dan kontruksinya, karena untuk berem badan jalan tidak di gali. Sebagai pengunci badan jalan, itu sudah jelas bahwa pekerjaan pengerasan sesuai aturan secara tehniknya, di kerjakan asal jadi, ini merupan pekerjaan mencari keuntungan pribadi, tidak mengkedepankan kualitas dan kuantitas.

“Dalam tahapan pelaksanaan pembangunan di kerjakan asal jadi, ini merupan pekerjaan mencari keuntungan pribadi, tidak mengkedepankan kualitas dan kuantitas serta pengawasan dari pelaksana ataupun pihak konsultan diduga tidak ada,” tutupnya.

(Nana Suryana/Nursamsu).

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter