Uncategorized

Berwisata Ke Pantai Karangsari Carita Kini Harus Bayar Dobel

308views

PANDEGLANG | Sorotdesa – Berdasarkan hasil pantauan awak media sorotdesa.com pada hari Minggu (29/12/2019) bahwa saat ini wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Pantai Karangsari Carita Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, diharuskan membeli dua tiket dari dua pos sekaligus untuk satu objek wisata pantai. Pembelian dua tiket tersebut disebabkan oleh adanya sengketa kepemilikan tanah di objek wisata pantai Karangsari Carita yang belum kunjung selesai.

Sementara ini di satu pos pembayaran retribusi dipegang oleh ahli waris yang mengklaim kepemilikan tanahnya berdasarkan bukti administrasi yang dimiliki, sedangkan di pos yang lain pembayaran retribusi dikelola oleh Ibu Ida Lusia dan CS yang merupakan kepanjangtanganan dari pihak Pemerintah Daerah.

Saat ini pihak ahli waris pun telah memasang papan pelang di area parkir pantai tersebut untuk mengukuhkan bukti kepemilikannya, sedangkan pihak Pemerintah Daerah yang diwakili oleh Suryadi selaku pegawai Dinas Perhubungan telah menyalahkan tindakan tersebut dan menganggap salah terhadap tiket yang dikeluarkan oleh pihak ahli waris karena tiket tersebut adalah tiket Lebaran dan tidak berasuransi.

“Tiket yang dikeluarkan atau dijual oleh pihak mereka (ahli waris) itu adalah tiket yang salah, karena tiket itu adalah tiket Paket Lebaran, bukan tiket untuk menjelang tahun baru. Dan tiket itu tidak berasuransi,” ungkap Suryadi yang dari pihak Dinas Perhubungan di Lokasi tersebut pada wartawan Sabtu (28/12/2019).

Kemudian Suryadi juga menambahkan bahwa berkaitan dengan papan pelang yang dipasang di lokasi ini juga salah.

“Berkaitan plang yang ditancapkan di Lokasi ini juga salah, karena yang terulis di pelang itu salah semua,” ujarnya.

Sementara itu Ida Lusia enggan  dikonfirmasi dan menyerahkan semuanya kepada Suryadi.                  Suryadi juga menjelaskan berkaitan dengan Lusia yang dianggap pengelola pantai itu, menurut Suryadi bahwa Lusia bukanlah pihak pengelola yang ada ikatan kerjasama dengan pihak Pemda Pandeglang, namun sosok Lusia di Lokasi tersebut hanya sebatas kepanjangan tangan dari Pihak PEMDA yang disertakan. Pengelolaan retribusi di Lokasi parkir Pantai Karangsari Carita.

“Kalau kaitan ibu Ida Lusia dengan pihak pemda itu sipatnya bukan kerja sama, karena kalau kerja sama harus ada bukti MoU, sementara ibu Lusia berada di sini sebatas membantu pihak Kami dalam urusan retribusi,” jelas Suryadi.

Di tempat terpisah Pihak Ahli Waris Unus bin Saripan melalui Encuk Sukarna selaku pemegang kuasa Gugatan lahan pantai Karangsari Carita, dikatakannya pada wartawan bahwa apa yang dikatakan Suryadi itu terbalik, jika langkah atau pemasangan pelang itu salah, dan yang tertulis di pelang itu salah, mestinya pihak PEMDA harus melakukan teguran atau somasi terhadap Kami, dan buktikan salahnya di mana, bila pihak PEMDA merasa benar maka harus dibuktikan kebenarannya.

“Kami pihak ahli waris sangat berwenang menancapkan pelang, karena lahan lokasi parkir itu hak Kami, adapun yang berkaitan dengan tiket itu adalah tiket masuk lahan atau lokasi Kami,” tutur Encuk.

Dan Encuk pun menambahkan bahwa jika pihaknya dipandang salah, maka silahkan PEMDA untuk melakukan teguran atau somasi kepada pihaknya.

“Jika pelang dan tiket yang Kami keluarkan dipandang salah, maka silahkan untuk disomasi, Kami tunggu, dan Kami berharap pihak PEMDA Pandeglang untuk menunjukan keabsahan atas kepemilikan lahan tersebut,” pungkasnya.

(SEPS/EDI)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter