BantenPandeglang

Aktivis HAMPA Menduga Harga Bantuan Sembako Pemprov Dimark Up

136views

PANDEGLANG,- Bantuan sembako Desa Gunungbatu yang berasal dari APBD Provinsi Banten untuk penanggulangan Covid-19 diduga harga komoditinya dimark-up dan tidak transparan. Pasalnya Pemerintah Desa Gunungbatu Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten tidak mencantumkan rincian harga komoditi kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Menurut salah satu KPM saat ditemui oleh awak media mengungkapkan, bahwa dirinya telah menerima bantuan sembako berupa beras 5 liter, minyak goreng 2 liter, gula 1 Kg, biskuit roma kelapa 2 bungkus, mie instan sedaap 10 bungkus, teh celup sariwangi 2 kotak, sarden 425 gram merk Atan 2 kaleng, dan sarden 155 gram merk Atan 1 kaleng.

“Kami hanya menerima bantuan sembako berupa beras 5 liter, minyak goreng 2 liter, gula 1 Kg, biskuit 2 bungkus, mie instan 10 bungkus, teh celup isi 25 kantong 2 kotak, sarden 425 gram merk Atan 2 kaleng, dan sarden 155 gram merk Atan 1 kaleng.” Ungkapnya pada Hari Rabu (14/10/2020).

Sedangkan menurut Ata Kusuma selaku Kepala Desa Gunungbatu saat dikonfirmasi melalui telepon seluler mengungkapkan, bahwa total penerima bantuan sembako Desa Gunungbatu adalah 225 KPM dengan porsi Rp 200.000 per KPM-nya.

“Total penerima bantuan sembako Desa Gunungbatu adalah 225 KPM dengan porsi 200.000 per KPM-nya. Sehingga anggaran keseluruhannya adalah 45 Juta.” Tuturnya.

Namun sayangnya menurut Tb Aujani selaku Ketua Himpunan Aksi Mahasiswa dan Pemuda (HAMPA) Kabupaten Pandeglang menilai, harga komoditi yang diterima oleh KPM warga Desa Gunungbatu saat disesuaikan dengan harga survei pasar nilainya kurang lebih adalah Rp 167.000 per KPM tidak mencapai Rp 200.000. Bahkan selisih harganya mencapai sekitar Rp 33.000.

“Dari hasil survei pasar, rincian harga komoditi bantuan sembako Desa Gunungbatu adalah sebagai berikut, Beras 5 Liter Rp 40.000, minyak goreng 2 liter Rp 28.000, gula pasir 1 Kg Rp 14.000, biskuit roma kelapa 2 bungkus Rp 20.000, mie instan 10 bungkus Rp 25.000, teh celup sariwangi 2 kotak Rp 10.000, sarden 425 gram merk Atan 2 kaleng Rp 24.000, dan sarden 155 gram merk Atan 1 kaleng Rp 6.000. Jadi total keseluruhannya hanya sekitar Rp 167.000.” Jelas Aujani Aktivis muda yang sangat progresif. (Team)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter