Kabupaten Tangerang

Aksi Tunggal di depan Istana Presiden Republik Indonesia Demi Penegakan Hukum

1.13Kviews

 

MusiRawas Sumsel | sorotdesa.com Berawal dari kasus penganiayaan yang menimpa kakaknya yaitu Eriyel Efendi, korban penganiayaan yang pada ahirnya di jadikan tersangka, dengan berbekal secukupnya dan dokumen pegaduan dari berbagai Institusi penegak hukum serta segala dokumen proses penegakan hukum di wilayah Tugu mulyo, kabupaten Musirawas provinsi Sumatera Selatan, Afrizal dengan penuh semangat dan keyakinanya berangkat ke jakarta untuk menyampaian aspirasinya ke presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo, dengan melakuka aksi tunggal, hari kelima telah dilaksanakan, pada saat hari libur kerja minggu,(15/03/2020)

Afrizal berkunjung ke kantor Biro media sorotdesa.com kabupaten Tangerang, menyampaikan maksud dan tujuanya atas Aksi tunggal menyampaikan Aspirasinya kepada presiden Republik Indonesia terkait Proses penegakan hukum yang menimpa kakanya dianggapnya tidak adil dan tidak profeaional, juga terkait dua laporan Pengaduan pidana yang sudah dilaporkan Afrisal yaitu kasus perampasan motor dan melakukan tindakan tidak menyenangkan tidak jelas proses penyelesaianya sejak tahun 2013 hingga saat ini.

seluruh bukti bukti laporan dan pengaduan hingga ke mabes Polri dan Kejaksaan agung sampai KOMNAS HAM telah di tempuh, tapi proses penegakan hukum atau penyelesaianya tidak jelas, keluh afrizal sambil menunjukan seluruh dokumen Pengaduan . Dokumen terahir yang di terima oleh Insitusi kepolisian Daerah palembang yang menghentikan proses penegakan hukum atas laporan Afrisal terkait Laporan pengaduan palsu, fitnah dan pencemaraan nama baik, di hentikan, ini salah satu yang melatar belakangi Afrizal melakukan aksinya, sampai aspirasi kepada presiden Republik Indonesia dengan melakukan aksi tunggalnya di depan Istana negara Jakarta Pusat, namun hingga saat ini belum ada respon dari Istana presiden Republik indonesia.

Afrisal menyampaikan terima kasih kepada pihak keamanan sekitar Istana yang telah peduli dengan akomodasi yang diberikan mulai dari makan minum dam sempat di sediakan penginapan di salah satu hotel di wilayah jakarta pusat satu malem. Kini kondisi perbekalan sudah menipis, bahkan sudah habis, hingga memohon kepedulian temen dan saudara utk mbantu akomodasi yang dibutuhkan selama kegiatan aksi di depan istana negara di lakukan. Afrisal mengatakan aksi dilakukan tanpa batas waktu hingga mendapatkan reaksi atau respon langsung dari prediden Joko widodo, agar proses penegakan hukum yang menimpa adiknya dan 2 LP ( Laporan Pengaduan ) yang di bawanya segera di tegakan se adil adilnya sesuai hukum yang berlaku di Republik Indonesia, keluhnya.(mular)

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter