BantenCilegonSorot DesaSosial

Aksi Damai Wartawan, Tuntut Kepala TTM Tertibkan Dan Bersihkan Terminal Dari Preman

2views

Cilegon,_Sorotdesa.com., Sebagai bentuk solidaritas dan dalam rangka mewujudkan situasi yang kondusif di wilayah rawan seperti terminal, bandara, pelabuhan dan tempat umumnya lainnya, sejumlah wartawan yang bertugas di Banten melaksanakan aksi damai melawan preman di Terminal Terpadu Merak, Jumat ( 21/12/2018 ).
Aksi Damai Wartawan tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan media yang sedang melakukan peliputan di Terminal Terpadu Merak (TTM) yang mendapatkan perlakuan pengeroyokan dari orang tak dikenal, Rabu ( 19/12/2018 ).

Mazmur, wartawan dari Stinger RTV saat itu menjadi korban pengeroyokan pada saat meliput kegiatan Ditjen Perhubungan Laut di Pelabuhan Merak, Banten.
Aksi tersebut dilakukan dengan harapan, aksi kekerasan di jalan maupun tempat umum lainnya bisa dihilangkan agar tidak menimbulkan keresahan kepada masyarakat (Warga Negara Indonesia) yang bepergian, khususnya wartawan dalam melakukan tugas jurnalistik, dan dalam rangka menciptakan lingkungan kondusif menuju Indonesia aman, tentram dan damai tanpa adanya premanisme.

Dalam orasinya, peserta aksi mendesak Kepala Terminal Terpadu, Sugiyo untuk segera melakukan penertiban lingkungan terminal dari premanisme.
Karena keberadaan preman selain membuat resah terhadap para penumpang Bus, ulah dan perilaku preman juga dapat mengganggu terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat secara luas.

“Ini perlu kami laksanakan, tidak hanya membawa nama pers, tapi juga demi kepentingan dan keselamatan warga negara Indonesia agar terjamin keamanan dan keselamatannya selama berada diluar, tempat umum, dan perjalanan. Bayangkan, kemarin TNI saja di keroyok, sekarang wartawan yang jelas-jelas merupakan profesi yang dilindungi oleh undang-undang, palagi mereka (rakyat biasa). Jika dibiarkan dan tidak ada yang mengambil tindakan, maka bahaya premanisme akan semakin merambah ke wilayah-wilayah yang lebih kecil dan dapat menjadi pangkal permasalahan terhadap situasi keamanan di Indonesia.

Maka melalui aksi ini, kami berharap mampu menekan atau menghilangkan aksi arogan dari sekelompok orang liar (preman) yang sudah merusak tatanan negara, dan kemerdekaan hidup di Indonesia bahkan dunia,” ungkap Korlap aksi Rizal Arif. Aksi damai yang dijaga ketat pihak Kepolisian Polres Cilegon dimulai pada Pukul 09.00 WIB dan berakhir Pukul 11.30 WIB, di halaman kantor Terminal Terpadu Merak (TTM), Cilegon, Banten.

Sementara Kepala Terminal Terpadu Merak, ketika diminta para pengunjuk rasa untuk menyampaikan pertanggungjawaban atas peristiwa yang menimpa wartawan, Sugiyo mengatakan “Pertama yang saya sampaikan adalah ucapan terima kasih kepada rekan rekan jurnalis yang telah menyampaikan aspirasinya dengan damai,  baik dan benar dengan tidak mengedepankan arogansinya”, ujarnya dihadapan jurnalis dan pengunjuk rasa.

Lebih lanjut kata Sugiyo, pihaknya akan menindaklanjuti keinginan para jurnalis untuk menertibkan lingkungan terminal dari para preman. Bahkan dirinya juga sudah berkoordinasi dengan banyak pihak terkait baik dengan Pemkot Kota Cilegon maupun dengan Kepolisian perihal peristiwa pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok preman terhadap keluarga wartawan.“Masalah penertiban lingkungan terminal agar bebas dari premanisme, kami sudah koordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini Pemkot Cilegon dan Polres Cilegon“ pungkasnya.

Dalam aksi damai ini diikuti pula oleh beberapa lembaga seperti IPSI Ancab Pulomerak, Pemuda Setempat, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rukun Suralaya, Brigade Al-Khairiyah dan GMBI  dalam rangka menciptakan kamtibmas di lingkungan masyarakat, aksi damai para wartawan ini berjalan dengan aman , tertib dan kondusif. ( edi )

Facebook Comments
Bagikan...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter